BATAM TERKINI

Pengendara Ojek Online di Batam Dikarantina terkait Corona, Sempat Susah Ditelusuri Keberadaannya

Dinkes akhirnya menemukan 2 pengendara ojek online yang sempat kontak langsung dengan CSS dengan bantuan pihak aplikator.

freepik
ilustrasi virus corona 
 
BATAM, TRIBUNBATAM.id - Dua hari berlalu, pengendara ojek online di Batam yang ikut mengantar CSS, asisten rumah tangga VP (37) warga Singapura positif terjangkit virus corona, akhirnya ditemukan.
Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Batam, Didi Kusmarjadi, Kamis (5/3/2020).
"Ada dua, yang satunya sudah dikarantina. Satunya lagi baru ditemukan kemarin malam," ungkapnya kepada Tribun Batam.
Menurutnya, pengendara ojek online ini akan ditempatkan di Asrama Haji Batam Centre untuk menjalani proses karantina.
 
 



"Si driver berhasil ditemukan setelah mendapat bantuan dari pihak aplikasi. Awalnya diamankan di rumah dia dulu, lalu kemudian dipindahkan ke Asrama Haji," sambungnya.
Sejak VP (37) dinyatakan positif terjangkit Covid-19 ini oleh Pemerintah Singapura, orang-orang yang pernah melakukan kontak langsung (closed contact) dengannya pun mendapat perhatian khusus.

Diantaranya adalah dua orang warga Batam berinisial P (sopir) dan CSS (asisten rumah tangga).
Takut virus ini menyebar, sebanyak tiga orang anggota keluarga P ikut dikarantina akibat closed contact dengannya.
Sementara CSS, sebanyak 10 orang yang closed contact dengannya juga ikut dikarantina. Dua diantaranya adalah pengendara ojek online di Batam.
Total, sebanyak 15 orang telah dikarantina.
Dinkes Kepri Lacak 45 Penumpang

Setelah VP, warga negara Singapura yang dinyatakan positif virus corona oleh Pemerintah Singapura. Suami VP pun bernasib sama. Dia ikut dinyatakan positif terjangkit virus corona oleh Pemerintah Singapura.

Diketahui, suami VP sendiri ada pada kasus 103.

Selain itu, si suami juga turut berkunjung ke Batam pada tanggal 21 Februari 2020 lalu.

Saat itu, ia menaiki kapal ferry bersama 45 penumpang lainnya.

Dari data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kepri, sebanyak 45 orang penumpang dalam ferry itu dicurigai mengalami kontak langsung (close contact) dengan suami VP.

Menurut Kadinkes Kepri, Tjetjep Yudiana, pihaknya masih melacak keseluruhan penumpang dalam kapal ferry itu, termasuk penumpang lain yang berada bersama dengan VP saat dia menuju Batam.

"Kami sudah kantongi manifest penumpang dan sedang melakukan penelusuran," ungkapnya Senin (2/3/2020) lalu.

Sementara itu, pengendara ojek online di Batam yang ikut closed contact dengan asisten rumah tangga VP, CSS, hingga kini masih dalam penelusuran.

Diketahui, dari 11 orang yang dijadwalkan akan diobservasi, sembilan diantaranya telah dibawa ke Asrama Haji.

Namun, beberapa lainnya dikabarkan akan ikut menyusul.

"Segera disusulkan. Kami juga minta bantuan aparat," ucap Kadinkes Batam, Didi Kusmarjadi kepada Tribun Batam.

Merujuk data ini diketahui, dari 10 orang yang closed contact dengan CSS, dua lagi masih dalam penelusuran untuk segera diobservasi.

Dinkes Kepri Minta Warga Tak Panik

Pemerintah Provinsi Kepri memberi atensi khusus terhadap Batam. Itu setelah mengetahui kabar jika seorang warga negara Singapura, VP (37) yang dinyatakan positif terjangkit virus corona memiliki riwayat perjalanan ke Batam.

Warga Batam pun diminta untuk tidak panik.

"Warga jangan panik. Untuk sekarang terhadap penyebaran virus masih status waspada," ungkap Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kepri, Tjetjep Yudiana saat memimpin konferensi pers, Senin (2/3/2020).

Tjetjep pun enggan memberi tahu letak rumah milik VP di Batam.

"Yang jelas, isolasi terhadap yang closed contact dengan VP telah dilakukan. Sudah aman, jangan takut," sambungnya.

Sementara itu terpisah, seorang warga Batam bernama Ravi merasa takut terhadap kabar ini.

Ia khawatir jika virus ini diam-diam telah meneror warga Batam melalui udara.

"Apalagi ada kabar yang bilang asisten rumah tangga warga Singapura sempat naik transportasi online. Setiap kita bernapas, takutnya penyebaran dari udara," ungkapnya kepada Tribun Batam.

Ravi pun meminta ketegasan pemerintah agar dapat meminimalisir kunjungan wisatawan asing ke Batam, khususnya dari Singapura.

"Di Singapura saya dapat kabar terus bertambah warga yang terjangkit. Batam ini dekat banget loh dengan Singapura, dan pelabuhan itu ramai orang dari sana," ujar pria yang bekerja sehari-hari sebagai barista kopi ini.

Dinkes Kepri Lacak 26 WNI dan 82 WNA

Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kepri masih melacak keberadaan para penumpang di kapal yang ditumpangi oleh VP (37) saat bertolak dari Singapura ke Batam maupun sebaliknya.

Total penumpang untuk dua kali perjalanan VP ini berjumlah 108 orang.

"26 WNI dan 82 WNA," ungkap Kadinkes Kepri, Tjetjep Yudiana saat memimpin konferensi pers, Senin (2/3/2020).

Penelusuran juga masih terus dilakukan terhadap lokasi yang dikunjungi VP selama di Batam.

"Manifest penumpang juga telah diperoleh dan akan dicari track record perjalanannya, termasuk kru kapal yang ikut serta saat perjalanan itu," sambung Tjetjep.

Diketahui, VP merupakan seorang warga negara Singapura. Ia memiliki rumah di Batam.

Pada tanggal 20 Februari 2020, VP berangkat ke Batam. Saat itu, ia belum dinyatakan positif terjangkit virus Covid-19.

Tanggal 21 Februari 2020, suami dan dua anaknya serta asisten rumah tangganya di Singapura ikut menyusul ke Batam.

"VP memiliki Closed Contact dengan keluarga intinya dan asistennya itu," lanjut Tjetjep.

Selama berada di Batam, VP dan keluarganya berkontak langsung dengan sopirnya, P (33) dan seorang asisten rumah tangganya, CSS (39).

"Keluarga VP ini kembali ke Singapura tanggal 23 Februari 2020. Saat tanggal 26 Februari, VP dikarantina dan dinyatakan positif tanggal 1 Maret 2020," pungkasnya.

Tindakan Dinkes Kepri

Dinas Kesehatan Kepri akan melakukan tindak pencegahan terkait informasi warga Singapura di karantina karena positif virus corona.

Pencegahan dilakukan karena warga Singapura yang positif cirus corona itu beberapa hari lalu melakukan kunjungan ke Batam atau tepatnya 21-23 Februari 2020.

Terkait perjalanan warga negara Singapura berinisial VP (37) itu ke Batam, mendapat perhatian serius dari pihak Dinas Kesehatan Kepri.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kepri, Tjetjep Yudiana, mengatakan VP diketahui memiliki rumah di Batam.

Saat ini, VP dinyatakan positif terjangkit virus mematikan asal Tiongkok ini.

Dia diduga terpapar virus tersebut dari keluarganya di Singapura.

"VP itu kontak langsung dengan suami dan dua orang asisten rumah tangganya," ungkapnya saat memimpin konferensi pers kasus, Senin (2/3/2020).

Diketahui, suami dan dua asisten VP sendiri turut dinyatakan positif virus corona.

"Kami juga masih menunggu hasil pengecekan kedua anaknya," sambung Tjetjep.

Saat berkunjung ke Batam, VP sendiri berkontak langsung sopir pribadinya berinisial P (33), dan asisten rumah tangga di rumah miliknya yang berada di Batam, CSS (39).

Untuk mengantisipasi penyebaran virus Covid-19 di Batam, keduanya juga turut diamankan untuk diperiksa.

"Istri dan anak P juga telah diambil sampel darahnya. Sudah diamankan dan tidak boleh ada kontak dengan orang lain," lanjutnya.

Sedangkan untuk asisten rumah tangga VP juga turut diamankan. Sebab, CSS juga memiliki kontak dekat dengan 10 orang keluarga.

"10 orang telah ditemukan, termasuk pengemudi ojek yang mengantarkannya," pungkas Tjetjep.

VP beserta suami dan asisten rumah tangganya diketahui berangkat dari Singapura menuju Batam pada 20 Februari 2020 dan kembali pulang ke Singapura pada tanggal 23 Februari 2020.

Saat kembali ke Singapura, VP beserta suami dinyatakan positif terjangkit virus Corona.

(tribunbatam.id/ichwannurfadillah)
Penulis: Ichwan Nur Fadillah
Editor: Dewi Haryati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved