Jumat, 17 April 2026

Antisipasi Krisis Air, BP Batam dan ATB Siapkan Alternatif

Badan Pengusahaan (BP) Batam bersama PT Adhya Tirta Batam (ATB) menyiapkan langkah antisipasi terhadap ancaman krisis air.

Editor: Dewi Haryati
TRIBUNBATAM.ID/ISTIMEWA Dok ATB
Kondisi level air baku di waduk Duriangkang yang makin surut, saat ini lever air baku berada di level -3,06 meter dari permukaan bangunan pelimpah. 

Namun untuk kepastian rencana itu, mereka akan membicarakan dengan pihak ATB. Setidaknya, jika dipandang mendesak, maka langkah itu akan diambil, sambil menunggu pembangunan fasilitas, seperti WTP di Tembesi dan lelang pengelolaan.

"Harga tadi sudah termasuk pipa, pompa, PLN, genset dan ponton. Nanti akan kita bicarakan dengan ATB. Kalau membangun WTP dan lelang, butuh 1,5 tahun. Makanya mengirim ke Mukakuning," ujar Binsar.

Menurutnya, jika pengiriman air dari Tembesi melalui pipa ke Dam Mukakuning jadi dilakukan, kekurangan air tidaklah besar. Itu karena volume air di Dam Tembesi sekarang melimpah.

"Nanti akan kita lihat. Tapi nanti membangun pipa, tapi ATB yang mengolah dan mendistribusikan," imbuh dia.

Langkah antisipasi diakui penting mereka siapkan, karena kondisi air di Batam sudah mengkhawatirkan. Saat ini, BP dan ATB hanya punya waktu 10 hari mengambil langkah, sebelum rationing atau penggiliran. Sehingga kemungkinan rationing diakui tak terhindarkan.

"Maka kami menhimbau pelaksanaan doa bersama di setiap unsur masyarakat di rumah ibadah, sekolah, kantor-kantor. Pelaksanaan Jumat 6 Maret 2020 dan distribusi leaflet imbauan doa bersama minta hujan," imbau Binsar.

Seperti diketahui Dam Duriangkang memasok sekitar 70 persen air bersih di Batam. Kemampuannya sekitar 3.850 meter kubik per detik. Sementara saat ini, Kondisi permukaan di enam waduk di Batam, mengalami penurunan.

"Sebagai gambaran, hampir semua waduk mengalami penurunan 2-3 meter. Duriangkang mengalami penurunan 3 meter. Perhari penurunan 2 cm," ujar dia.

Ia menambahkan, ironisnya lagi, Dam Duriangkang pada level tertentu, akan mengalami shutdown atau tidak beroperasi dan tutup. Sementara saat musim hujan, penambahan air di Duriangkang tidak signifikan.

"Kurangi penggunaan air," tegasnya.

Langkah lain yang dilakukan untuk penghematan air di Kota Batam adalah rationing. Pada tahapan awal, penggiliran air dilakukan dengan dua hari air mati dan lima hari hidup. Rationing di wilayah Piayu, Mukakuning akan dilangsungkan pada 15 Maret 2020 mendatang.

"Dua hari off dan lima hari on," ujar Head of Corporate Secretary PT Adhya Tirta Batam (ATB), Maria Jacobus, Kamis (5/3/2020).

Maria menegaskan penggiliran ini dilakukan untuk memperpanjang umur dam, hingga 6 Juli 2020. Lantas mengapa dilakukan penggiliran?

Tanpa penggiliran, stok air bersih diprediksi akan bertahan hanya sampai 13 Juni 2020. Dari 228.900 pelanggan, sebanyak 196 ribu terdampak, komersial 30 ribu dan industri 3290 terdampak.

"Sebanyak 196 ribu dari 280 ribu yang terdampak, itu sama dengan 82 persen total dari semua pelanggan domestik di Batam. Kemudian, yang pelanggan komersil, 89 persen dari total komersil di Batam. Serta untuk industri, jumlahnya 98 persen dari industri di Batam," papar Maria.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved