BATAM TERKINI

Mulai 15 Maret, ATB Lakukan Air Mati Bergilir di Batam, 5 Hari On 2 Hari Off, Cek Lokasi Terdampak

Untuk mengatasi krisis air bersih, ATB memutuskan akan melakukan rationing (mengontrol distribusi air) sebagai langkah menghemat air di Kota Batam.

TRIBUNBATAM.ID/ISTIMEWA Dok ATB
Kondisi level air baku di waduk Duriangkang yang makin surut. Saat ini lever air baku berada di level -3,06 meter dari permukaan bangunan pelimpah. 

Maria menyebutkan kondisi ini terjadi karena curah hujan rendah. Sementara penggunaan air di Batam terus naik.

Termasuk kontribusi daerah serapan air yang terganggu oleh warga sekitar. Sehingga air di Duriangkang turun sekitar -3,06 meter, hingga 3 Maret 2020.

"Sehingga, Piayu dan Mukakuning gangguan nanti. Tapi Duriangkang total shut down saat air sudah -5 meter. Diangka itu, WTP Duriangkang akan meminta tidak beroperasi lagi," tegas Maria.

Ia menambahkan keberadaan Dam Duriangkang sangat signifikan untuk mendukung air di Batam. Dimana, dengan distribusi 70 persen, Dam Duriangkang menyuplai pelanggan hingga 228.900 pelanggan ATB.

"Jika tidak bersama-sama kita sikapi, maka 228.900 pengguna akan berdampak," tegasnya. 

BP Batam Siapkan 3 Alternatif Solusi

Badan Pengusahaan (BP) Batam bersama PT Adhya Tirta Batam (ATB), menyiapkan langkah antisipasi terhadap ancaman krisis air. Tanpa antisipasi, maka 6 Juli 2020, Dam Duriangkang yang menyuplai 70 persen air di Batam, akan shut down.

BP Batam bersama ATB menyiapkan langkah rationing atau penggiliran air, memompa air dari Waduk Tembesi, hingga menyiapkan hujan buatan. Hal ini disampaikan oleh Direktur Badan Usaha Fasilitas dan Lingkungan BP Batam, Binsar Tambunan.

"Kondisi sekarang memang Batam sangat kekurangan air hujan atau air baku. Kita mengantisipasi kondisi curah hujan," ujar Binsar saat konfrensi pers di Bida Marketing BP Batam, Kamis (5/3/2020).

Diakuinya langkah yang disiapkan, mengantisipasi kelangkaan air selain rationing atau penggiliran, dengan melibatkan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).

Ia melanjutkan mulai minggu depan, akan membicarakan dengan BPPT untuk menggunakan teknologi modifikasi cuaca penerapan teknologi TMC BPPT.

"Mereka sudah pernah melakukan, dari tidak hujan, menjadi hujan dengan menambah garam untuk mengubah arah angin," ungkap dia.

Kajian pemilihan teknologi buatan, lanjutnya membutuhkan biaya lebih murah, atau sekitar Rp 100 juta. Dimana, dibutuhkan pelaksanaan kajian selama 14 hari kerja.

"Kita akan melakukan kajian secara cepat, untuk mengambil sikap," tuturnya.

Air Baku Kian Menyusut
PT. Adhya Tirta Batam (ATB) mengabstraksi air baku Waduk Duriangkang melalui 3 Instalasi Pengolahan Air (IPA).
Di antaranya IPA Duriangkang, dengan kapasitas 2.200 liter perdetik, IPA Tanjungpiayu dengan kapasitas 200 liter perdetik.

Air baku dari Waduk Duriangkang juga dialirkan ke IPA Mukakuning sebesar 300 liter per detik.
Waduk ini melayani 80 persen kebutuhan masyarakat kota Batam. Sehingga, total pelanggan yang mendapat suplai air dari Waduk Duriangkang adalah sekitar 228.900 sambungan.

Per tanggal 5 Maret 2020, penyusutan volume air baku di Waduk Duriangkang telah mencapai minus 3,06 meter dari permukaan bangunan pelimpah. Pemerintah (BP Batam) memutuskan untuk melakukan penggiliran (rationing) di waduk Duriangkang.

"Langkah ini akan mulai dilakukan pada Minggu kedua Maret 2020, dengan skenario 2-5. Artinya, operasional di waduk Duriangkang akan berhenti selama 2 hari, dan akan berjalan seperti biasa selama 5 hari dalam seminggu," jelas Head of Corporate Secretary ATB, Maria Jacobus, Kamis (5/3/2020).

Kondisi level air baku di waduk Duriangkang yang makin surut, saat ini lever air baku berada di level -3,06 meter dari  
permukaan bangunan pelimpah.
Kondisi level air baku di waduk Duriangkang yang makin surut, saat ini lever air baku berada di level -3,06 meter dari permukaan bangunan pelimpah. (TRIBUNBATAM.ID/ISTIMEWA Dok ATB)


Program penggiliran ini akan berdampak kepada sekitar 228.900  pelanggan yang dilayani melalui waduk tersebut. Tidak hanya berdampak pada 196.000 pelanggan domestik, penggiliran suplai juga akan berimbas pada 2.900 pelanggan industri dan 30 ribu pelanggan komersil.

Adapun daerah yang akan terdampak penggiliran meliputi Tanjungpiayu, Mukakuning, Sagulung, Batuaji, Tanjunguncang, Marina, Batam Centre, Nagoya, Jodoh, Bengkong, Batuampar, Kabil, Punggur dan sekitarnya. Pelanggan akan mengalami pemulihan suplai setelah Instalasi Pengolahan Air (IPA) kembali beroperasi.

Kondisi level air baku di waduk Duriangkang yang makin surut, saat ini lever air baku berada di level -3,06 meter dari  
permukaan bangunan pelimpah.
Kondisi level air baku di waduk Duriangkang yang makin surut, saat ini lever air baku berada di level -3,06 meter dari permukaan bangunan pelimpah. (TRIBUNBATAM.ID/ISTIMEWA Dok ATB)


Waktu yang dibutuhkan untuk memulihkan suplai air pasca penggiliran sangat tergantung kepada perilaku konsumen. ATB berharap, konsumen yang ada di area hulu (berdekatan dengan Instalasi Pengolahan Air) lebih bertoleransi, agar pengguna yang berada di ujung pipa atau tempat yang tinggi dapat segera mendapat aliran air setelah penggiliran selesai.

"Pentingnya bertoleransi saat penggiliran sangat di perlukan, agar pelanggan yang di ujung suplai tetap bisa menikmati aliran air," harap Maria.   

Menurut estimasi, sebagian pelanggan akan kembali mendapatkan aliran air dalam 24 hingga 79 jam setelah terjadi penggiliran.

Kondisi level air baku di waduk Duriangkang yang makin surut. Saat ini lever air baku berada di level -3,06 meter dari  
permukaan bangunan pelimpah.
Kondisi level air baku di waduk Duriangkang yang makin surut. Saat ini lever air baku berada di level -3,06 meter dari permukaan bangunan pelimpah. (TRIBUNBATAM.ID/ISTIMEWA Dok ATB)



"Jika tidak dilakukan penggiliran, menurut perhitungan air di Waduk Duriangkang akan mencapai batas minimum pada 13 Juni 2020," lanjut Maria.

Dengan dilakukannya penggiliran ini, maka diharapkan akan memperpanjang umur Waduk Duriangkang selama 23 hari. Sampai kapan penggiliran akan dilakukan? ATB akan mengikuti petunjuk dan arahan pemerintah, dalam hal ini BP Batam.

ATB juga membuka channel komunikasi yang bisa diakses, guna memenuhi kebutuhan informasi dan program edukasi bagi pelanggan. Mulai dari Hotline Call Centre di 0778-467111, Email: call.centre@atbbatam.com dan Webchat: www.atbbatam.com.

Pelanggan juga bisa menghubungi di sosial media ATB, seperti Facebook: ATB Batam, Instagram: atb.batam dan Twitter: @atbbatam. Atau dapat menghubungi kantor pusat dan cabang pelayanan terdekat. 
(tribunbatam.id / Roma Uly Sianturi)
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved