Termasuk Indonesia, Technisanct Ungkap Data Pengguna Kartu Kredit di Asia Tenggara Bocor
Technisanct, perusahaan keamanan data berbasis di India umumkan ratusan ribu detail data pengguna kartu kredit di Asia Tenggara telah bocor di online.
TRIBUNBATAM.id - Ratusan ribu detail data pengguna kartu kredit dari setidaknya enam negara di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, Malaysia dan Singapura telah bocor secara online, menurut Technisanct.
Technisanct merupakan perusahaan keamanan data berbasis di India.
Pihaknya mengatakan minggu ini telah menemukan serangkaian pelanggaran data, melibatkan rincian kartu kredit yang dikeluarkan oleh bank di Singapura, Malaysia, Filipina, Vietnam, Indonesia dan Thailand.
"Hasilnya mengkhawatirkan, karena tampaknya tidak ada yang menyadari bahwa volume besar rincian kartu pembayaran. Termasuk CVV dan PIN tersedia," kata CEO Nandakishore Harikumar, merujuk pada nilai verifikasi kartu dan nomor identifikasi pribadi.
Siapa pun yang memiliki akses ke detail tersebut dapat menyebabkan kerugian finansial bagi pemilik kartu, tambahnya.
Technisanct mengatakan, penelitiannya menemukan bahwa pemegang kartu kredit di Filipina adalah yang paling parah, dengan 172.828 kartu dilanggar (cards breached).
• Gisel Diperiksa Polda Jatim Terkait Kasus Pembobolan Kartu Kredit, Tertawa Saat Ditanya Kabar Gempi
Sementara Malaysia dan Singapura masing-masing memiliki 37.145 dan 25.290 kartu dilanggar.
Menurut Nandakishore, dalam sepekan terakhir timnya telah mengidentifikasi lebih banyak lagi kartu yang tersedia untuk dijual dari enam negara ini.
Meskipun banyak sistem memerlukan kata sandi transaksi satu kali, ada portal yang tidak memerlukan ini, katanya.
Nandakishore mengatakan dia telah mengirim email ke Computer Emergency Response Team (CERT) yang menangani insiden cybersecurity di setiap negara.
Pihaknya menyarankan mereka untuk mengambil tindakan, meskipun tidak semua merespon.
Di Malaysia, baik Cybersecurity Malaysia dan bank sentral, yang mengatur lembaga keuangan menolak untuk berkomentar.
CIMB Group Holdings, diduga salah satu bank yang terkena dampak mengatakan "tidak ada bukti kredibel bahwa data pelanggan yang dapat ditindaklanjuti telah dikompromikan dari kami".
“CIMB memperhatikan privasi data dan perlindungan dengan serius dan telah mengambil langkah-langkah keamanan yang diperlukan untuk memastikan semua informasi pribadi pelanggan tetap aman.
Kami terus memantau semua jalan untuk memastikan bahwa data pelanggan kami tetap terlindungi, ”kata juru bicara.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/ilustrasi-kartu-kredit.jpg)