BINTAN TERKINI
Disnaker Bintan Klaim Kawasan Industri Lobam Tak Terpengaruh Dampak Covid-19
Dampak Covid-19 ternyata tidak terlalu berpengaruh terhadap aktivitas perusahaan di kawasan industri Lobam, Seri Kuala lobam, Kabupaten Bintan, Kepri.
Penulis: Alfandi Simamora | Editor: Septyan Mulia Rohman
BINTAN, TRIBUNBINTAN.com - Dampak Covid-19 ternyata tidak terlalu berpengaruh terhadap aktivitas perusahaan di kawasan industri Lobam, Seri Kuala lobam, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepri.
Komponen atau bahan baku yang di datangkan dari China diketahui cukup kecil, sehingga tidak begitu berpengaruh.
"Alhamdulilah kegiatan industri yang ada di Kawasan Lobam itu komponen atau bahan baku yang didatangkan dari China cukup kecil, sehingga tidak begitu berpengaruh. Namun untuk sektor pariwisata di Bintan sangat berpengaruh," ujar Kadisnaker Kabupaten Bintan, Indra, Senin (9/3/2020).
Indra menyebutkan, kawasan industri di Lobam masih tetap kondusif dan belum ada merumahkan atau pemutusan hubungan kerja(PHK) pada karyawan.
Perusahaan di kawasan industri ini bergerak pada bidang manufaktur. Dimana aktivitas pekerjaan disana hanya perakitan bahan setengah jadi yang di datangkan dari Singapura ke sejumlah perusahaan di Lobam.
"Setelah dirakit di Bintan, akan kembali di keluarkan. Maka dari itu tidak begitu terdampak," ucapnya.
Disnaker Kabupaten Bintan juga mendata ada dua perusahaan yang terpaksa merumahkan dan mengurangi karyawan di tengah lesunya kunjungan Wisatawan di Bintan.
Hal itu dikarenakan wabah virus Covid-19 yang hampir melanda seluruh negara di Internasional, sehingga sektor pariwisata menurun drastis.
Adapun kedua perusahaan merupakan perusahaan travel yakni PT Bintan Onbes Resort yang dikelolah Bintan Agro Beach Resort.
Dimana perusahaan ini tidak melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), melainkan tidak memperpanjang kontrak karyawan yang telah masa kontraknya berakhir.
Sedangkan untuk karyawan yang belum habis kontrak,diarahkan untuk mengambil cuti sesuai dengan cuti yang dimilikinya dalam rangka efisiensi dengan jumlah karyawan sebanyak 78 orang.
Berikutnya, perusahaan Starget Bintan juga sudah menyampaikan rencana merumahkan dan memutus hubungan kerja kepada karyawan sebanyak 125 orang karyawan.
Kedua perusahaan ini, merupakan perusahaan jasa travel agent yang mendatangkan turis dari cina.
"Jadi dari dua perusahaan ini ada sebanyak 203 orang karyawan yang di kurangi dan dirumahkan perusahaan," ungkapnya.
Sementara itu saat di singgung apakah ada pengurangan atau merubahkan karyawan di PT. BAI, Indra mengaku belum menerima laporan dari pihak Management PT.BAI.
"Kalau PT.BAI sampai hari ini belum ada, kami juga terus berkordinasi dengan pengawas tenaga kerja," katanya.(TribunBatam.id/Alfandi Simamora)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/kadisnaker-bintan-indra-soal-covid-19.jpg)