Minggu, 12 April 2026

RATIONING AIR DITUNDA

BREAKING NEWS - Rationing Air di Batam Ditunda, Ini Penjelasan BP Batam

BP Batam memutuskan untuk menunda rationing (penggiliran air bersih) sampai waktu yang akan ditentukan

Editor: Dewi Haryati
TRIBUNBATAM.ID/ISTIMEWA dok ATB
Kondisi air baku di waduk Duriangkang semakin surut dan memprihatinkan. ATB telah melakukan berbagai upaya efisiensi pengolahan air, guna meminimalisir dampak minimnya cadangan air baku Kota Batam. Namun, yang paling penting adalah upaya serius pemerintah dalam melaksanakan konservasi air baku.. 
BATAM, TRIBUNBATAM.id - Badan Pengusahaan (BP) Batam memutuskan untuk menunda rationing (penggiliran air bersih) sampai waktu yang akan ditentukan kemudian, berdasarkan kajian khusus mengenai distribusi air bersih untuk seluruh pelanggan yang sedang dilakukan BP Batam. 
Hal ini diungkapkan oleh Kepala Biro Humas Promosi dan Protokol BP Batam Dendi Gustinandar. Sebelumnya telah disampaikan oleh PT ATB, bahwa rationing ini akan dilakukan mulai 15 Maret 2020.
Keputusan penundaan rationing diambil oleh BP Batam agar aktivitas masyarakat dan dunia usaha terus berlangsung kondusif serta lebih siap untuk menghadapi rationing bila terpaksa dilakukan.
Selama proses penundaan ini BP Batam akan melakukan beberapa upaya untuk menambah ketersediaan air baku, di antaranya dengan pemasangan pipa penghubung dari Dam Tembesi ke Dam Duriangkang serta persiapan rekayasa hujan buatan bersama Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). 
Hal ini juga dilakukan mengingat saat ini elevasi Tinggi Muka Air (TMA) Dam Duriangkang hampir mencapai level - 3,19 meter. Sementara titik kritis berada pada elevasi TMA -3,4 di bawah spillway, dimana jika hujan tak kunjung turun akan terjadi penurunan 2 cm per hari.
Minimnya curah hujan di Batam, mengakibatkan menyusutnya waduk-waduk yang merupakan tulang punggung ketersediaan air bersih di Pulau Batam. Hal ini menyebabkan harus dilakukannya pengaturan khusus untuk penyaluran air bersih kepada pelanggan.
"BP Batam mengimbau kepada masyarakat dan dunia usaha agar lebih bijak dan hemat dalam penggunaan air bersih sehari-hari," ujar Dendi.

Penundaan rationing juga dibenarkan pihak ATB.

“ATB menerima instruksi baru dari BP Batam, untuk tidak melakukan penggiliran pada Minggu, tanggal 15 Maret 2020, sebagaimana telah disepakati sebelumnya,” ujar Head of Corporate Secretary ATB, Maria Jacobus. Instruksi tersebut dikirimkan secara resmi melalui surat tertanggal 13 Maret 2020.

Menurut instruksi BP Batam, penggiliran baru akan dilakukan ketika level air di waduk Duriangkang telah mencapai -3,4 meter di bawah bangunan pelimpah. Sebagai Informasi, saat ini, elevasi air di waduk per tanggal 13 Maret telah mencapai -3,2 meter di bawah bangunan pelimpah.

Saat ini, air di waduk tersebut terus mengalami penurunan sekitar 2 cm setiap harinya.
Menurut asumsi tersebut, bilamana tidak turun hujan, maka masih ada waktu hingga 14 hari kedepan sebelum penggiliran dilakukan.

Instruksi ini tentunya merupakan angin segar sejenak bagi kota Batam, terutama pelaku usaha dan industri yang sempat merasa terancam akibat potensi krisis air yang mengintai Batam.

ATB menyambut gembira keputusan ini, hal ini dikarenakan sebagai operator, ATB juga harus mempersiapkan berbagai hal terkait proses penggiliran IPA Duriangkang yang cukup menyulitkan.

"Program penggiliran ini kesulitannya cukup tinggi juga, kami harus mempersiapkan berbagai hal tentunya, agar dampak penggiliran dapat seminimal mungkin," jelas Maria.

ATB mengimbau masyarakat kota Batam berdoa selama kurun waktu tersebut. Agar hujan bisa turun dengan intensitas yang memadai agar elevasi -3,4 meter di bawah bangunan pelimpah tidak tercapai.

"ATB dan tentunya pelanggan mengucapkan terimakasih atas penundaan ini. Namun kita masih tetap perlu waspada karena ancaman krisis air belum berlalu. Mari kita selalu berdoa agar hujan bisa turun memenuhi waduk, dihindarkan dari potensi krisis air, sehingga penggiliran ini tidak kita rasakan," harap Maria. (*)
(*/tribunbatam.id/roma uly sianturi/ichwan nur fadillah)
 
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved