Rabu, 13 Mei 2026

HEADLINE TRIBUN BATAM

Soal Corona, Jokowi Telepon Rudi

Presiden Jokowi menelepon Walikota Batam, HM Rudi terkait ancaman virus corona dan menyampaikan pesan berikut ini.

Tayang:
wahyu indri yatno
halaman 01 TB 

Soal Corona, Jokowi Telepon Rudi

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Ancaman virus Corona memantik perhatian khusus Presiden Joko Widodo terhadap Batam.

Jokowi sendiri bahkan menelepon Wali Kota Batam HM Rudi, Rabu (11/3/2020) malam.

Dalam percakapan keduanya, Jokowi menanyakan persiapan penanganan lanjutan dan pencegahan virus Corona (Covid-19) di Batam.

Rudi menyampaikan percakapannya dengan Jokowi itu kepada tamu undangan saat membuka acara pelatihan kerja di Hotel Pusat Informasi Haji, Batam Center, Kamis (12/3) siang.

"Tadi malam saya ditelepon Pak Jokowi. Tolong dibantu Batam. Tolong dibantu soal baju medis," kata Rudi.

Tidak hanya Jokowi, Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian juga menelepon Rudi.

Melanjutkan instruksi Jokowi, Tito memerintahkan Rudi untuk bertemu dengan Konsulat Jendral (Konjen) Singapura.

Rudi disuruh meminta bantuan pakaian pelindung medis di Batam jika ada pasien terpapar virus Corona.

“Saya ditelepon Pak Tito juga soal Corona. Makanya tadi saya jumpa dengan Konjen Singapura,” timpal Rudi.

Wali Kota Batam itu meminta bantuan pakaian medis dari Konjen Singapura. Sebab, selama ini pakaian tersebut belum tersedia di Batam. Selain biayanya mahal, pakaian pelindung medis serba tertutup itu harus melewati proses di Bea dan Cukai ketika dibawa masuk ke Batam. Atas alasan tersebut, Rudi diperintahkan Jokowi dan Tito untuk membangun koordinasi.

"Ternyata harganya mahal bapak/ibu. Sekali pakai, langsung dibuang lalu dibakar. Bayangkan berapa uang negara terkait ini. Tetapi demi masyarakat dan medis kita tentunya," tambah Rudi seraya berbagai tips hidup sehat melawan virus Corona.

Pemerintah Singapura sebenarnya sudah membantu Indonesia melalui Pemko Batam dengan menyediakan dua ventilator udara. Rudi menyebutkan alat ini berfungsi untuk membantu pasien virus Corona yang mengalami sesak napas.

“Ventilator udara itu ada dua. Tadi saya koordinasi dengan Kepala Bea dan Cukai soal kedatangan barang ini. Mudah-mudahan sore ini sampai," ujar Rudi.

Kedua ventilator itu akan ditempatkan di Rumah Sakit (RS) Khusus Covid-19 (virus Corona) dan RS Embung Fatimah Batam. Rudi mengakui Pemko Batam saat ini kekurangan biaya penanganan khusus pasien dengan virus Corona. Dia memastikan anggaran yang tersedia sekitar Rp 2 miliar.

"Mungkin sebentar lagi habis. Ada 83 pasien. Mereka dipantau oleh RS Embung Fatimah," tambah Rudi.

Selain anggaran, Pemko Batam juga kekurangan sumber daya manusia yang khusus menangani virus Corona.

Tenaga medis yang ada hanyalah spesialis penyakit paru-paru dan penyakit dalam.

“Tenaga medis yang khusus virus Corona, ya begitulah (kekurangan_red)," kata Wali Kota Batam itu.

Sejak virus Corona mulai mewabah, Batam mendapat perhatian khusus dari pemerintah pusat.

Pemerintah misalnya memulangkan 243 warga negara Indonesia (WNI) dari Wuhan, China ke tanah air melalui Batam, Minggu (2/2/2020) pagi.

Mereka kemudian diobservasi selama 14 hari di Natuna sebelum dikembalikan ke rumah masing-masing.

Setelah masa obervasi berakhir, pemerintah kembali menaruh perhatiannya ke Batam. Hal ini ditunjukkan dengan membangun RS Khusus Covid-19 di bekas Camp Vietnam, Galang, Batam.

Tidak hanya sekadar wacana, Jokowi serius memilih Batam sebagai lokasi pembangunan RS Khusus Covid-19. Bersama Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono, Jokowi mengumumkan rencana besar pemerintah tersebut di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (3/3) sore.

Keesokan harinya, Rabu (4/3) pagi, Jokowi langsung menginstruksikan Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto dan Menteri PUPR untuk meninjau lokasi pembangunan RS Khusus tersebut.

Proses pembangunan RS Khusus langsung dimulai pada Sabtu (7/3) pagi. Tiga hari kemudian, Minggu (8/3) pagi, Panglima TNI, Kapolri Jenderal Idham Azis dan Menteri PUPR bertemu dengan masyarakat Galang. Mereka juga meninjau perkembangan pembangunan RS Khusus tersebut.

Menteri PUPR sendiri datang lagi untuk memantapkan pengerjaan fisik pembangunan RS, Senin (9/3) pagi. Dia memastikan RS yang menampung 1.000 tempat tidur dan 50 ruang isolasi itu sudah selesai dikerjakan selama satu bulan.

Material konstruksi RS yang dibangun dengan sistem block modular prefabriksi itu dikerjakan di Jakarta selama 1,5 pekan. Material tersebut sudah didatangkan ke Batam dengan menggunakan pesawat Hercules A-1333 milik TNI AU dari Skuadron 32 Udara Malang, Kamis (12/3) siang. (leo/bob)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved