BATAM TERKINI
Dihantam Corona, Wisman ke Batam Tinggal 10 Persen Saja, Ini Usul ASITA ke Pemerintah
Dampak Covid-19 telah menyebabkan penurunan 80 hingga 90 persen jumlah wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Batam.
Dihantam Corona, Wisman ke Batam Tinggal 10 Persen Saja, Ini Usul ASITA ke Pemerintah
BATAM, TRIBUNBATAM.id - Ketua ASITA Batam, Andika Lim mengungkapkan, dampak Covid-19 telah menyebabkan penurunan 80 hingga 90 persen jumlah wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Batam.
Kebanyakan wisatawan tersebut berasal dari Singapura.
Untuk wisatawan domestik, menurut Andika, jumlahnya pun telah turun 50 persen dari sebelumnya.
Pemerintah sebenarnya telah menyiapkan beragam skema untuk mengobati efek Covid-19 terhadap kunjungan wisatawan ini.
Seperti menghilangkan pajak hotel dan restoran, sampai memberikan gelontoran dana untuk mensubsidi tiket penerbangan ke 10 destinasi wisata prioritas.
Batam termasuk ke dalam 10 destinasi prioritas di Provinsi Kepri yang ditetapkan pemerintah tersebut.
Namun, sepertinya hal tersebut belum menunjukkan adanya pertumbuhan jumlah wisatawan yang signifikan datang ke Batam.
"Untuk pemotongan harga tiket pesawat sampai sekarang itu belum kelihatan efeknya, masih belum terasa," tutur Andika, Jumat (13/3/2020) kemarin.
Menurutnya, pemerintah harus mencari cara lain untuk menyelamatkan industri pariwisata Batam.
"Pemerintah bisa membuat meeting (pertemuan) yang skalanya nasional dan levelnya menengah ke atas," terangnya.
Karena, dengan pertemuan-pertemuan berskala nasional tersebut mampu mendongkrak kunjungan ke Batam.
"Bisa dimulai dengan meeting pemerintahan, karena bisa membuat kepercayaan masyarakat tumbuh," ungkap Andika.
Dengan pertemuan lingkungan pemerintah, diharap akan mampu menjadi contoh dan mengembalikan kepercayaan masyarakat untuk kembali datang ke Batam.
"Sekarang ini kan soal kepercayaan masyarakat, kalau pemerintahnya sudah memulai, maka turis juga akan percaya kalau Batam masih aman," kata Andika.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/pelabuhan-internasional-sekupang-sepi-akibat-virus-corona.jpg)