Human Interest Story

Mimpinya Tentara, Juara 1 Silat Batam Ini Sementara Jadi Juru Pijit di Bandara Hang Nadim

Deden memilih tetap bekerja di Batam, untuk bisa memantau terus dan biayai adik lelakinya di Pondok Pesantren Ya Husnaya, Batu Aji.

Mimpinya Tentara, Juara 1 Silat Batam Ini Sementara Jadi Juru Pijit di Bandara Hang Nadim
dok_Tribun_Batam_03-2020
Deden_hidayat tenaga Therapist Reflexiology di Batam 

MENGEJAR mimpi itu bukan saat tidur melainkan saat bangun.

“Kata guru dan teman, saya ini cocoknya jadi tentara. Bodi saya cukup, muka saya sedikit tampan dan sangar” kata Deden Hidayat (20), juara I lomba pencak silat tingkat SMA se-Batam 2018, hari Kamis (12/3/2020) siang, menjawab pertanyaan apa mimpi sejatinya.

Deden adalah satu dari empat therapist atau juru pijat di Airport Reflexiology di Bandara Hang Nadim, Batu Besar, Kota Batam, Kepulauan Riau.

Tiga bulan sudah dia menjalani pekerjaan ini.

Bagi bujang kelahiran Kampung Air Dingin, Kecamatan Koto Tengah, Kota Padang, Sumatera Barat ini, menjadi juru pijit, adalah pilihan orangtuannya.

“Saya pernah ikut kakak sepupu kerja (jadi) tukang cuci helm di Seraya, Tapi karena ikut keluarga, gajinya pas-pasan,” ujarnya kepada Tribun, sambil meladeni pelanggan penerbangan tujuan Jakarta.

Dia mengakui, sebelum merebaknya wabah virus Corona, Januari 2020 lalu, dia masih bisa mendapat sharing fee dan tip dari 5 hingga 8 traveler di Bandara.

Namun, sejak pertengahan Februari lalu, pelanggan yang tertarik masuk ruang reflexiologi di sisi utara Gate 1 Bandara International Hang Nadim, hanya bisa hitung dengan sebelah jari tangan.

“Kalau sudah dapat 4 customer sehari, Alhamdulillah sekali-ah,” ujar Deden.

Untunglah katanya, ibunya Sitti Kurnia, juga memiliki kantin di Lapangan parkir terminal bandara.

Halaman
1234
Penulis: Ichwan Nur Fadillah
Editor: thamzil thahir
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved