HEADLINE TRIBUN BATAM
Arungi Laut, Bawa Pasien Suspect Corona
Sepasang suami-istri yang diduga suspect Covid-19 atau virus Corona menempuh perjalanan satu hari lebih untuk mendapat perawatan.
Tjetjep menegaskan belum ada kasus Corona di kabupaten dan kota se-Kepri. Namun, pemerintah tetap memantau perkembangan kasus ini, terkhusus para pasien yang sedang mendapat pengawasan khusus.
“Kepri masih aman. Tetapi ada pasien yang mendapat pengawasan khusus,” kata Tjetjep kepada TRIBUNBATAM.id, Minggu (15/3/2020) sore.
Dia menambahkan sejumlah pasien yang sempat mendapat pengawasan khsus beberapa pekan terakhir sudah pulang ke rumahnya. Akan tetapi beberapa pasien lain masih sedang menjalani masa observasi di rumah sakit di Tanjungpinang dan Batam.
“Ada satu di Tanjungpinang. Saya belum tahu di Batam. Semuanya masih dianalisis,” ungkap Tjetjep.
Terkait kondisi ini, Tjetjep memastikan belum saatnya pemerintah daerah mengambil kebijakan untuk melarang warga Kepri bepergian ke luar negeri.
Atau sebaliknya pemerintah melarang warga negara asing untuk datang ke Kepri.
Pemerintah juga belum waktunya meliburkan sekolah atau aktivitas kantor selama beberapa hari ke depan.
“Saya kira belum saatnya itu. Kalau harus ada kebijakan itu, nanti gubernur dan bupati/ wali kota akan berbicara,” tegas Kepala Dinkes Provinsi Kepri ini.
Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Kabid Dokkes) Polda Kepri, Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Muhammad Haris menegaskan kalau 89 pasien mendapat pengawasan khusus.
Ada 82 orang dinyatakan negatif Corona.
Sedangkan 7 orang lainnya belum bisa dipastikan sebab hasil tes laboratoriumnya belum keluar. Jumlah ini belum ditambahkan dengan dua pasien rujukan Anambas itu.
"Muda-mudahan dalam waktu dekat hasil pemeriksaan 7 orang lainnya sudah ada. Semoga hasilnya negatif," tandas Haris.
Sementara itu, upaya pencegahan Covid-19 terus saja dilakukan oleh sejumlah pihak. Kepolisian Daerah (Polda) misalnya menerjunkan personil untuk melakukan proses disinfektan Masjid Agung Batam Center, Minggu (15/3) siang.
Penyemprotan cairan disinfektan dimulai dari teras, lalu di pintu dan di bagian dalam mesjid.
Karpet masjid, tempat imam, tempat jemaah laki-laki, tempat jemaah perempuan, rak buku dan halaman masjid tak luput dari penyemprotan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/headline-16-maret-2020.jpg)