BATAM TERKINI

Sebar Hoaks, Cewek Tomboi Ini Menangis & Ngaku Khilaf, Ditangkap Petugas Imigrasi Batam

Sebar hoaks menjelekkan Imigrasi Batam, Putri Rahmawati menangis tersedu-sedu. Ia harus mempertanggungjawabkan perbuatannya

TRIBUNBATAM.ID/LEO HALAWA
Pelaku penyebar hoaks Putri Rahmawati diapit dua pegawai Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam, Senin (16/3/2020) sore di kantor Imigrasi Batam. 
BATAM, TRIBUNBATAM.id - Seorang wanita bernama Putri Rahmawati (21) menangis tersedu-sedu. Ia merasa ketakutan, setelah diciduk Bidang Intelijen dan Penindakan Keimigrasian Imigrasi Kelas I TPI Khusus Batam dari tempat kerjanya di kawasan Batam Center, Batam, Kepri pada Senin (16/3/2020) siang.
"Iya pak takut. Saya khilaf. Saya awalnya hanya main-main saja," katanya di ruang Bidang Intelijen dan Penindakan Keimigrasian Batam, seraya berusaha menutupi wajahnya.
Wanita bergaya tomboi dengan potongan rambut layaknya laki-laki itu, diciduk lantaran memposting kata-kata menjelekkan Imigrasi Batam. Putri yang menggunakan akun M Fandhy, memposting jika ia sedang kesusahan mencari alamat Imigrasi Batam. Ayah tirinya bernama Muhammad Lee bin Abdullah WNA Malaysia, ditangkap Imigrasi Batam karena menyalahi izin tinggal sejak 7 Agustus 2016 lalu.
Lalu dalam postingannya, Putri menuliskan dipatok Imigrasi Batam Rp 30 juta. Jika tidak diberikan uang dalam isi postingan itu, maka ayah tirinya akan dipenjara 10 tahun. Putri pun mengaku khilaf. Ia siap mempertanggungjawabkan perbuatannya. 
"Imigrasi tidak minta uang sama orang tua saya. Saya hanya kesal sama imigrasi, makanya saya posting itu. Iya, karena ayah saya hanya kerja bangunan. Saya kasihan melihat dia ditahan. Makanya saya posting agar dapat simpati masyarakat," ujar Putri.






Sementara itu, Kepala Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam Romi Yudianto, melalui Kepala Bidang Intelijen dan Penindakan Keimigrasian Bidpray Situmorang mengatakan, atas postingan Putri menimbulkan dampak negatif bagi Imigrasi.
"Kalau kita lihat komentar pada postingan itu, semua menganggap negatif kami. Ini sangat meresahkan bagi kami. Jadi dapat kami luruskan bahwa, permintaan duit dari tersangka Muhammad Lee bin Abdullah tidak benar. Itu hoaks dan sudah diklarifikasi sendiri oleh Putri," kata Bidpray Situmorang.

HOAKS, Kabar Batam Masuk Zona Kuning Corona, Ini Penjelasan Kadinkes Batam dan Kemenkes

Berisiko Kena Penyakit Menular, Kepala Imigrasi Batam Bagi Tips Cara Pencegahannya

Menurut Bidpray, usai postingan Putri dengan akun M Fandhy masuk informasi ke Imigrasi, lalu dilakukan pelacakan. Saat ditangkap di tempat kerjanya, Putri tidak melakukan perlawanan. Tidak hanya itu, menurut pengakuan Putri, selain akun M Fandhy masih ada empat akun facebook yang ia kelola. 
"Nama akunnya adalah Zyy Lee, Buci, Bengbeng Lee, Ar Inviisibble, Caa Fhem dan dua akun Instagram (IG) Bedekill dan Egibigo. Semua dikelola oleh Putri dan dari historis akun itu, semua provokasi produktif. Menjelekkan pemerintah lah, macam-macamlah," tambah Bidpray.
Kini, Bidpray akan menyerahkan perkara itu ke Polresta Barelang. Ia mengimbau, agar masyarakat bijak menggunakan medsos. Hal ini supaya tidak menimbulkan hal-hal yang justru merugikan masyarakat.
Sementara itu diketahui, Muhammad Lee bin Abdullah masih ditahan Imigrasi Batam di ruang Detensi Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam untuk pemeriksaan lebih lanjut. Ia diduga, melakukan izin tinggal di Batam, Indonesia tanpa dokumen resmi.

"Jadi terjadi over stay izin tinggal," katanya. 
Pakai Foto Artis 
Putri Rahmawati mengaku ia mengelola akun bernama Zyy Lee, Buci, Bengbeng Lee, Ar Inviisibble, Caa Fhem, dan dua akun Instagram (IG) Bedekill dan Egibigo. Bahkan kata dia, di beberapa akun itu menggunakan foto artis luar negeri.
"Iya saya suka artis itu. Biar kelihatan keren saja. Saya mohon maaf, saya khilaf," ujarnya.
(TribunBatam.id/leo halawa)
 
Penulis: Leo Halawa
Editor: Dewi Haryati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved