TRIBUN WIKI
Kecelakaan Pesawat Cebu Douglas C-47 Terjadi Hari Ini 63 Tahun Silam, Tewaskan Presiden Filipina
Hari ini dalam sejarah, pesawat kepresidenan Cebu Douglas C-47 jatuh di lereng Gunung Manunggal, Filipina, pada Minggu, 17 Maret 1957.
TRIBUNBATAM.id - Hari ini dalam sejarah, pesawat kepresidenan Cebu Douglas C-47 jatuh di lereng Gunung Manunggal, Filipina, pada Minggu, 17 Maret 1957.
Douglas C-47 membawa lima kru dan 22 penumpang.
Salah satunya adalah Presiden Filipina Ramon Magsaysay.
Semua kru dan 21 penumpang tewas dalam kecelakaan Douglas C-47, termasuk Presiden Ramon Magsaysay.
Sebelumnya, Douglas C-47 dijadwalkan terbang dari Cebu-Lahug Airport menuju Manila-Nicols Air Base.
Sekilas Cebu Douglas C-47 dan Gunung Manunggal
Pesawat kepresidenan Cebu Douglas C-47 dioperasikan oleh Hukbong Himpapawid ng Pilipinas atau Angkatan Udara Filipina.
Ditenagai dua mesin Pratt & Whitney R-1830-92, pesawat ini memiliki nomor registrasi 2100925 dan C/n / msn 19388.
Nama yang disematkan untuk pesawat ini menggunakan nama sebuah gunung, yakni Mt. Pinatubo.
Pesawat yang terbang perdana pada 1944 ini tidak dapat diperbaiki lagi setelah kecelakaan 1957 di Gunung Manunggal.
Gunung Manunggal memiliki ketinggian 1.003 mdpl dan berlokasi di Barangay Magsaysay, Balamban Cebu.
Gunung ini berada sekitar 35 km dari Manila-Nicols Air Base.
Kronologi
Pada Sabtu 16 Maret 1957, Presiden Ramon Magsaysay menjadi pembicara dalam berbagai acara di Cebu.
Sebelum tengah malam, Magsaysay bersama rombongannya masuk ke pesawat Mt. Pinatubo di Lahug Airport.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/lokasi-jatuhnya-pesawat-c-47.jpg)