Jumat, 1 Mei 2026

Kepanikan WNA Singapura dan Malaysia di Batam, Harus Pulang Sebelum Negaranya Lock Down

Pasca Pemerintah Singapura menerapkan kebijakan lintas batas, kondisi Pelabuhan Ferry Internasional Batam Centre masih ramai, Selasa (17/3/2020).

Tayang:
Editor: Eko Setiawan
TRIBUNBATAM.ID/ICHWAN NUR FADILLAH
Pasca Pemerintah Singapura menerapkan kebijakan lintas batas, kondisi Pelabuhan Ferry Internasional Batam Centre masih ramai, Selasa (17/3/2020). 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Warga Negara Asing (WNA) asal Singapura dan Malaysia yang berada di Batam mulai panik.

Mereka mau tidak mau harus balik ke Negara mereka sebelum pemberlakuan penutupan oleh negara mereka.

Pasca Pemerintah Singapura menerapkan kebijakan lintas batas, kondisi Pelabuhan Ferry Internasional Batam Centre masih ramai, Selasa (17/3/2020).

Pantauan TRIBUNBATAM.id pelabuhan, tampak beberapa calon penumpang masih memenuhi area pembelian tiket tujuan Singapura maupun Malaysia.

Tak hanya itu, beberapa penumpang dari dua negara tetangga itu pun masih terus berdatangan.

Terletak di Jalan Engku Putri Utara, Kecamatan Batam Kota, Kota Batam, pelabuhan ini seolah menjadi saksi bisu kepanikan warga menyusul aturan baru di Singapura dan Malaysia.

Kabarnya, operasional kapal menuju Singapura maupun Malaysia akan dinonaktifkannya akibat kewaspadaan pemerintah setempat terhadap penyebaran virus Corona (Covid-19).

 Wujud Virus Corona Berduri-duri dan Bercangkang, Cuma Bisa Dilihat Pakai Pakai Mikroskop Cahaya

"Kami memilih pulang dari sini (Batam) karena dengar kabar terakhir kepulangan hari ini. Itu pun dapat dari TV, makanya agak panik," ungkap seorang warga Malaysia, Rizwan kepada TRIBUNBATAM.id saat ditemui di area pembelian tiket kapal.

Rizwan mengaku, ia ke Batam karena ada keperluan keluarga.

Tiba di Batam bersama istri, Rizwan mengatakan ia akan kembali ke Batam sekira tanggal 31 Maret 2020 sesuai kabar yang didapatnya.

"Disebut tanggal segitu. Jadi masih tunggu dulu," sambungnya.

Sementara itu, warga Batam bernama Zulham pun mengaku sekarang keberangkatan setiap calon penumpang menuju Negara Singapura maupun Malaysia lebih diperketat.

Apalagi setelah kabar virus mematikan asal Tiongkok itu meneror kedua negara tetangga itu.

"Ini tadi ibu saya agak susah mau berangkat. Karena punya permit (izin) tinggal di sana (Singapura), jadi boleh asal karantina dulu di rumah," ucapnya terpisah.

Zulham mengaku, saat membelikan tiket untuk ibunya, ia sempat kewalahan.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved