Jumat, 17 April 2026

TRIBUN WIKI

Melihat Sejarah Terbentuknya Hari Perawat Nasional, Beri Kontribusi Besar Bagi Indonesia

Tanggal 17 Maret 1974 lalu ditetapkan sebagai Hari Perawat Nasional. BErikut TribunBatam.id sajikan sejarahnya.

Fajeri Romadhoni/Sriwijaya Post
Foto ilustrasi hari perawat nasional - Gadis desa di Sekayu Musi Banyuasin Sumsel sedang mendapat perawatan tim medis RSUD Sekayu karena luka tusuk. Tanggal 17 Maret diperingati sebgaai hari perawat nasional setiap tahunnya. 

TRIBUNBATAM.id - Tanggal 17 Maret  menjadi hari bersejarah bagi perawat di Indonesia

Karena pada tanggal ini, kontribusi perawat terhadap masyarakat diakui secara nasional. 

Pembentukan Hari Perawat Nasional ditandai dengan  terbentuknya organisasi profesi perawat, yaitu Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) pada 17 Maret 1974.

Hal-hal yang dapat dilakukan ketika hari peringatan ini datang adalah mengevaluasi kinerja, peran, serta fungsi para perawat nasional dalam membantu masyarakat dan bangsa yang sehat.

Selain itu, mengadakan kegiatan sosial yang bermanfaat dan mengapresiasi kinerja para perawat di Indonesia juga merupakan hal yang dapat dilakukan untuk memperingati Hari Perawat Nasional.

Sejarah

Penetapan Hari Perawat Nasional berdasarkan hari terbentuknya organisasi profesi perawat yaitu Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) yang terbentuk pada 17 Maret 1974.

Kebulatan tekad dan semangat yang sama dicetuskan oleh perintis perawat bahwa tenaga keperawatan harus berada pada wadah atau organisasi profesi perawat Indonesia.

Pada masa sebelum tahun 1974, organisasi perawat di Indonesia sudah berkembang pesat sesuai dengan zamannya.

Sejak zaman penjajahan, perawat Indonesia sudah ada seiring dengan adanya rumah sakit.

Rumah sakit tersebut di antaranya adalah Residen Vpabst (1819) di Batavia yang saat itu berubah menjadi Stadsverband (1919) dan berubah menjadi CBZ (Central Burgerlijke Zieken Inrichting), rumah sakit tersebut berlokasi di daerah Salemba yang saat ini menjadi RSCM.

Saat itu perawat sudah memiliki perkumpulan-perkumpulan sebagai wadah organisasi perawat dan dapat menjalankan pergerakan dalam menentukan martabat profesi perawat.

Ketika itu terdapat beberapa organisasi di antaranya Perkumpulan Kaum Verplegerfster Indonesia (PKVI), Persatuan Djuru Kesehatan Indonesia (PDKI), Persatuan Perawat Indonesia (PPI), dan Ikatan Perawat Indonesia (IPI).

Mirip Gejala Virus Corona, Inilah Tanda Fisik Serangan Panik, Bisa Lemahkan Sistem Kekebalan Tubuh

Bisa Dibuat di Rumah, Berikut Cara Membuat Disinfektan Non Kimia

 

Organisasi-organisasi perawat saat itu mengadakan pertemuan yang dihadiri oleh IPI, PPI dan PDKI.

Selain itu, dihadiri pula oleh Ojo Radiat, HB. Barnas dan Drs. Maskoed Soerjasumantri sebagai pimpinan sidang.

Sumber: TribunnewsWiki
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved