Selasa, 19 Mei 2026

VIRUS CORONA

Pemerintah China Kecam Donald Trump yang Menyebut Virus Corona sebagai Virus China

Melalui Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Geng Shuang mengatakan, pemerintah China mengecam pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump

Tayang:
Penulis: Mairi Nandarson | Editor: Mairi Nandarson
screenshot twitter
Postingan Presiden Amerika Serikat Donald Trump di twitter yang menyebut virus corona sebagai virus china 

TRIBUNBATAM.id, BEIJING - Pemerintah China mengecam Amerika Serikat yang menyebut virus corona atau covid1-9 dengan sebutan Virus China.

Melalui Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Geng Shuang mengatakan, pemerintah China mengecam pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menyebut virus China untuk virus corona. 

Dikutip dari chinadaily.com, Geng Shuang mengatakan, mengaikan virus corona atau covid-19 dengan China adalah stigmanisasi.

"Kami mendesak pihak AS segera memperbaiki kesalahannya dan berhenti membuat tuduhan yang tidak berdasar terhadap China," katanya seperti dilansir China Daily, Rabu (18/3/2020).

Geng Shuang mengatakan, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) secara eksplisit juga telah menentang informasi yang menghubungkan virus dengan negara atau wilayah tertentu.

Mengingat virus corona telah menyebar di seluruh dunia, Geng mengatakan prioritas utama saat ini bekerja sama memerangi virus tersebut.

AS harusnya fokus mengurus masalahnya sendiri terlebih dahulu dan memainkan peran konstruktif dalam kerja sama menghadapi epidemi internasional dan menjaga agar kesehatan publik global tetap terjaga, tambahnya.

Ucapan Trump muncul seminggu setelah Robert Redfield, Direktur Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS, menyampaikan di hadapan sidang DPR AS bahwa "salah dan tidak tepat" menggunakan label seperti "coronavirus Cina", karena virus telah sangat mempengaruhi dunia.

"Virus tidak memiliki kewarganegaraan," kata Rick Dunham, seorang jurnalis veteran dan mantan presiden National Press Club di Washington kepada China Daily, Senin (16/3/2020) lalu.

"Saya pikir itu tidak dapat diterima dalam semua kasus untuk menghubungkan penyakit, virus, dengan lokasi geografis, karena penyakit tidak nasional, mereka bersifat global."

Dunham mengatakan wabah ini membawa yang terbaik dan terburuk pada orang-orang di seluruh dunia, dalam hal komunitas berkumpul dan orang berkorban, tetapi juga dengan beberapa orang memainkan permainan menyalahkan.

"Musuh adalah virus. Musuh bukan negara lain," katanya.

"Itu akan menjadi ide yang buruk ketika pandemi memiliki nama negara yang melekat padanya," katanya.

"Flu Spanyol" tahun 1918 hingga 1920 tidak berasal dari Spanyol, dan Spanyol tidak bertanggung jawab.

"Saya pikir praktik terbaik adalah wabah Ebola. Anda tidak melihat liputan yang mengatakan wabah 'Ebola Afrika'," kata Dunham.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved