TRIBUN WIKI
Sejarah Nama Batu Ampar, Ternyata Ada Cerita Cinta dan Pertaruhan Putri Raja Dibaliknya
Salah satu kecamatan di kota Batam yang terkenal sebagai kawasan industri adalah Batu Ampar.
TRIBUNBATAM.id - Batam terkenal sebagai kota industri yang menjadi tujuan para perantau untuk mengadu nasib,
Di kota ini terdapat banyak kawasan industri dengan ratusan pabrik sebagai tumpuan pekerjaan para buruh.
Hampir seluruh kecamatan di kota Batam memiliki kawasan industri
Salah satunya adalah Batu Ampar.
Kecamatan ini berada di sisi selatan pulau Batam.
Beberapa kawasan industri yang ada di sini adalah Komplek MCP Industrial Park, Union Industrial Park, Repindo Industrial Park, Megacipta Industrial Park, Citra Buana Center Park II, Bintang Industrial Park, dan masih banyak lagi.
Luas
22,5 km²
Kepadatan penduduk
4.462 jiwa/km²
Daftar kelurahan
- Kelurahan Bukit Senyum
- Kelurahan Batu Merah
- Kelurahan Sungai Jodoh
- Kelurahan Tanjung Sengkuang
- Kelurahan Kampung Seraya
- Kelurahan Harapan Baru
- Kelurahan Bukit Jodoh
Geografis
Seperti kebanyakan wilayah di kota Batam, Batu Ampar terbilang padat.
Selain sebagai kawasan industri, kecamatan ini juga dipadati pemukiman penduduk.
Selain itu, kecamatan ini juga merupakan salah satu tujuan wisata yang banyak didatangi wisatawan.
Sehingga tak heran jika di kawasan ini terdapat banyak objek wisata, pusat perbelanjaan, hotel, restoran, dan pusat hiburan lainnya.
Kecamatan Batu Ampar memiliki sebuah pelabuhan yakni Pelabuhan Batu Ampar yang melayani pelayaran umum dan kargo.
Legenda Batu Ampar
Melansir Disbud Kepri, dalam sebuah literatur yang bertutur tentang cerita rakyat Kepulauan Riau tulisan Abdul Razak, nama Batu Ampar diambil dari kata batu yang terhampar.
Konon ceritanya, ada seorang lelaki kumal dan ceking yang hidup di wilayah geografis Kepulauan Riau.
Selagi bujang, orang-orang memanggilnya si Badang.
Perawakannya kecil, lengannya sepintas mudah patah dan kakinya seperti terkena penyakit lumpuh.
Singkat cerita, sedikit-demi sedikit si Badang tumbuh menjadi pria yang jujur, sederhana, suka berkelana dan perkasa.
Dari Kepulauan Riau, ia pun berpindah-pindah, ke Bintan, Daik, Pulau Buluh hingga ke Tumasik (Singapura).
Di Tumasik, si Badang yang sakti bahkan sampai mewakili negeri Tumasik beradu kekuatan melawan orang kuat dari India.
Orang kuat asal India itu menghadap Tuan Putri, penguasa Tumasik untuk menyerahkan semua hartanya kepada Tuan Putri apabila kalah dalam adu kekuatan.
Tetapi, sebagai balasan, Tuan Putri harus menyerahkan Tumasik kepadanya jika dia berhasil menang dalam adu kuat dengan si Badang, yang jadi kepercayaan Tuan Putri.
Mengambil tempat di Pantai Timur Tumasik, persisnya di depan Pulau Sentosa, adu kekuatan pun dimulai.
Orang kuat dari India itu pun memamerkan kekuatannya dengan mengangkat sebuah batu besar.
Meski beratnya hampir setengah ton, ia mampu mengangkatnya hingga di atas kepalanya.
Melihat itu, Tuan Putri gusar dan gugup, dalam hatinya ia terus berpikir yang tidak-tidak mengenai nasib negerinya jika si Badang kalah dalam pertandingan.
Hingga pada akhirnya giliran si Badang unjuk kekuatan.
Ia menuju ke batu besar yang dapat diangkat oleh lawan tandingnya itu.
Sebelum mengangkat batu itu, sejenak ia menghadap ke Gunung Ledang, lalu ke Selat Singapura.
Lepas itu, dengan enteng ia mengangkat batu itu dan melambung-lambungkan menggunakan tapak tangan kanannya.
Ia kemudian memindahkannya pula ke tapak tangan kirinya.
Sejurus berlalu, si Badang mengambil ancang-ancang dan sontak melemparkan batu besar berwarna hitam kemerah-merahan itu ke laut.
Batu itu segera melesap ke udara dan akhirnya menghilang dari pandangan.
Jadilah si Badang sebagai pemenang. Tuan Putri pun girang bukan main.
“Di manakah batu lemparan itu terjatuh?” tanya tuan Putri kepada si Badang.
“Patik pikir batu itu jatuh bersepai (baca: pecah berserakan) di kawasan yang berjarak sekitar 10 mil laut dari sini pada sebuah daratan, tuanku,” jawab si Badang.
Merasa tidak puas, Tuan Putri mengirim utusan untuk mencari tahu tempat batu itu jatuh.
Bersama si Badang, utusan itu tiba di bagian Utara sebuah pulau (kini dikenal dengan nama Batam).
Kepingan-kepingan batu itu tersusun bagus dan indah sehingga membentuk hamparan batu.
Dikatakanlah oleh utusan itu sebagai Batu Ampar.
Sejak itu, kawasan itu lama-lama menjadi dikenal dengan sebutan Batu Ampar hingga kini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/kapal-mv-dharma-lautan-intan_20180411_154023.jpg)