Selasa, 12 Mei 2026

VIRUS CORONA

Batam Diambang Gelombang PHK, 6 Perusahaan Merugi Akibat Corona, Ini Solusi Disnaker

Dampak virus corona mulai dirasakan kalangan pengusaha di Batam terhadap kelangsungan usaha mereka.

Tayang:
TribunBatam.id/Bereslumbantobing
Kondisi pintu kedatangan di Pelabuhan Internasional Sekupang, Kota Batam. Provinsi Kepri, Selasa (17/3/2020). Kunjungan penumpang semakin sepi setelah Singapura memperketat kunjungan wisatawan terkait virus Corona. 

#Batam Diambang Gelombang PHK, 6 Perusahaan Merugi Akibat Corona, Ini Solusi Disnaker

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Dampak virus corona mulai dirasakan kalangan pengusaha di Batam terhadap kelangsungan usaha mereka.

Bahkan, beberapa perusahaan mengaku sudah tak mampu lagi membayar gaji karyawan.

Bukan itu saja, masalah makin parah ketika suplai pasokan barang makin sulit didapatkan.

Sementara jumlah kunjungan tamu hotel bisa dihitung jari dan bahkan tidak ada.

Demikian diungkapkan Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Batam, Rudi Sakyakirti kepada TRIBUNBATAM.id, Rabu (18/3/2020).

Ia mengatakan, ada 6 perusahaan yang bergerak di bidang penyedia jasa layanan hotel, tour dan travel yang melapor ke kantor Disnaker Batam belum lama ini.

Mereka mengeluhkan kelanjutan usaha mereka yang mulai sulit.

Saat penghasilan terbatas sementara karyawan harus digaji.

Jika kondisi ini terus-menerus terjadi, maka perusahaan tak akan mampu bertahan, sementara perusahaan bertumpu pada sektor wisata.

"Namun kedatangan 6 perusahaan itu masih sebatas konsultasi terkait langkah yang akan diambil," kata Rudi.

 Cegah Covid-19, Kantor Pelabuhan dan BP Batam Disemprot Disinfektan

 Lowongan Kerja di Batam, Manulife Rekrut Karyawan, Cek Posisi dan Syaratnya di Sini

Dari Disnaker sendiri, pihaknya masih sebatas menyarankan agar tidak melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

Hal itu sesuai dengan anjuran dan edaran Kementerian Ketenagakerjaan, bahwa untuk mengatasi di tengah kondisi saat ini perusahaan dengan karyawan dapat melakukan komunikasi kesepakatan, tentang bagaimana upah yang akan didapat atau seperti apa kesepakatan keduanya.

"Intinya tidak terjadi PHK," ujar Rudi.

Rudi mengatakan, selain 6 perusahaan bergerak di bidang tour dan travel, ada juga perusahaan manufaktur yang mengeluhkan keberlangsungan perusahaan.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved