Sabtu, 11 April 2026

Susul Malaysia, Australia Lockdown Guna Cegah Penyebaran Virus Corona

Pemerintah Australia memutuskan melakukan lockdown (pembatasan akses masuk dan keluar) mulai Jumat (20/3/2020) pukul 18.00 waktu setempat dalam upaya

instagram/F1
Balapan Formula 1 GP Australia Resmi Dibatalkan 

TRIBUNBATAM.id -  Pemerintah Australia memutuskan melakukan lockdown (pembatasan akses masuk dan keluar) mulai Jumat (20/3/2020) pukul 18.00 waktu setempat dalam upaya memerangi virus corona.

Kebijakan lockdown juga diambil beberapa negara seperti Italia dan Malaysia.

Perdana Menteri Scott Morrison mengumumkan penutupan itu terjadi setelah dirinya berkonsultasi dengan komite keamanan nasional.

"Kami akan mulai menerapkan posisi di mana larangan masuk diterapkan bagi warga bukan ke Australia mulai besok malam," kata Scott seperti dilansir The West Australian, Kamis (19/3/2020).

Ia menjelaskan, aturan lockdown Australia tentang larangan masuk hanya berlaku untuk pendatang atau turis asing.
Sementara itu, bagi Warga Negara Australia dan keluarganya tetap diizinkan pulang. Namun, mereka diminta untuk mengkarantina diri selama 14 hari.
Scott juga menerangkan bahwa langkah tersebut diambil karena penyebaran virus corona yang meningkat disebabkan imported case.

Sebanyak 80 persen kasus yang terjadi diakibatkan karena warga ada yang tertular di luar negeri, kata dia.

"Atau dalam skenario kedua, individu itu terinfeksi dari orang yang baru saja pulang dari negara lain," terang Scott.

Pemerintah Australia menerapkan kebijakan pelarangan segala pertemuan indoor yang dihadiri oleh 100 orang.

Sementara di luar ruangan, aparat akan menghentikan agenda di atas 500 orang.


 Koala yang menggemaskan di Currumbin Wildlife Sanctuary, Gold Coast, Queensland, Australia.KOMPAS.COM/SILVITA AGMASARI Koala yang menggemaskan di Currumbin Wildlife Sanctuary, Gold Coast, Queensland, Australia.
Adapun tempat umum seperti restoran, gedung bioskop, atau lini bisnis lainnya akan mendapat panduan bagaimana mengelola usaha mereka selepas pertemuan kabinet.

Sementara itu, sekolah masih diizinkan buka, tetapi akan ada larangan ketat yang diberlakukan agar lansia berada dalam isolasi guna mencegah penyebaran.

Scott menambahkan, pemerintah berusaha "membangun jembatan", ketika penutupan negara diiringi peningkatan sektor ekonomi dan kesehatan.

"Kami ingin membawa mereka menyeberangi sisi lain jembatan, di mana ekonomi dan kesehatan pulih, serta kehidupan warga Australia normal," jelasnya.

Ia mengatakan pemerintah mengantisipasi agar setidaknya enam bulan ke depan warga ataupun sektor usaha tidak ada yang terkena dampak besar.

Oleh karenanya, ia mengimbau pula agar masyarakat tidak menyerbu supermarket dan melakukan panic buying.

"Saya mengerti Anda semua tentunya gelisah. Namun, dalam enam bulan, kita harus bekerja sama jika ingin melewati ini semua," tambahnya.

Hingga Kamis (19/3/2020), Australia mencatat adanya 641 penularan dengan 45 di antaranya kasus baru.

Adapun sebanyak 43 kasus sembuh dan enam kasus lainnya menjadi korban meninggal dunia.

Qantas Tangguhkan Semua Penerbangan Akhir Maret 2020

Sementara itu, maskapai penerbangan asal Australia yaitu Qantas akan menangguhkan semua penerbangan pada akhir Maret.

Dilansir situs Agence France-Presse, Qantas akan menghentikan semua penerbangan internasional dan menangguhkan 20.000 staf sebagai tanggapan atas pandemi virus corona.

Kebijakan tersebut dikeluarkan setelah dua bulan pemerintah Australia menetapkan kepada semua warganya untuk membatalkan semua perjalanan ke luar negeri sebagai upaya pencegahan penyebaran virus.

"Upaya untuk menahan penyebaran virus corona telah menyebabkan penurunan besar dalam permintaan perjalanan, yang belum pernah kita lihat sebelumnya," kata CEO Qantas Alan Joyce dikutip Agence France-Presse, Kamis (19/3/2020).

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved