Kisah Kematian Marilyn Monroe yang Masih Misterius, Pernah Didatangi Presiden Indonesia
Meski meninggal pada tahun 1962, sosok mendiang Marilyn Monroe masih kerap jadi pembicaraan menarik hingga kini
Dia menyebut mereka sebagai orang radikal dan revolusioner yang telah mempercepat perkembangan politik di Timur denan menonton film-film Amerika.
Orang Asia dan Afrika menyadari bahwa mereka tidak memiliki mobil, kulkas, dan alat-alat masak listrik; sebaliknya, hampir setiap keluarga Amerika seperti yang dipantulkan dalam film-film Hollywood.
Malamnya, Soekarno dan Marilyn Monroe yang masa itu sedang shooting untuk filmnya The Bus Stop (1956), menyelinap pergi sebelum acara resmi selesai. Mereka pergi menginap di Beverly Hill Hotel.
Suatu saat, Marilyn diinterview wartawan dan sempat ditanya tentang Presiden Soekarno, dia menjawab sambil tersenyum, “Oh, Prince Soekarno!” Ketika hubungan Indonesia dan Amerika semakin memburuk, CIA merasa bahwa hal ini mungkin dapat diperbaiki dengan mempertemukan mereka berdua, dan – bahkan – kalau bisa mengawinkan Soekarno dan Marilyn Monroe.
Mungkin karena waktu itu dia sudah pacaran dengan Presiden Amerika John F Kennedy dan adiknya, Jaksa Agung Robert Francis Kennedy (Anthony Summers; Goddes the Secret Lives of Marilyn Monroe, Sphere Books Limited, Edisi I, 1985; Edisi II, 1986, hal. 621).
Pesona Marilyn Monroe memang bisa membius semua orang yang melihat ya.
Artikel ini telah tayang di Tribunjambi.com dengan judul Marilyn Monroe, Dunia Militer, Politik dan 'Kedekatannya' dengan Presiden Soekarno
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/23-3-2020-marilyn-monroe.jpg)