Selasa, 21 April 2026

VIRUS CORONA

UPDATE 212 Kasus Baru Covid-19 di Malaysia, Total Jadi 1.518 Kasus: 14 Kematian

Malaysia melaporkan jumlah tertinggi kasus baru virus Corona atau Covid-19 dalam sehari dengan 212 kasus baru, pada Selasa (24/3/2020). Ini detailnya.

AFP
Ilustrasi warga Malaysia di Kuala Lumpur saat virus Corona merebak. 

TRIBUNBATAM.id - Malaysia melaporkan jumlah tertinggi kasus baru virus Corona atau Covid-19 dalam sehari dengan 212 kasus baru, pada Selasa (24/3/2020).

Ini adalah jumlah tertinggi kasus baru yang tercatat dalam sehari, dengan rekor sebelumnya sebanyak 190 kasus baru pada 15 Maret 2020 lalu.

Dari 212 kasus Covid-19 yang baru, 123 kasus dikaitkan dengan cluster dari acara tabligh Sri Petaling.

Direktur jenderal kesehatan, Datuk Dr Noor Hisham Abdullah mengatakan jumlah kumulatif total kasus Covid-19 adalah 1.518 kasus.

Ia juga menambahkan bahwa sekitar 62% dari positif Covid-19 kasus terkait dengan cluster dari acara tabligh di masjid Sri Petaling.

Sampai sekarang, sekitar 13.000 tes dilakukan pada peserta acara tabligh.

BREAKING NEWS - Ratusan TKI dari Johor Malaysia Tiba di Batam Siang Ini

“Kami telah melakukan sekitar 13.000 tes dan telah mengambil sekitar 6.700 sampel. Dari jumlah itu, mereka yang dites positif adalah 940 kasus, ”katanya kepada media kemarin.

Dia menambahkan bahwa tes akan dijalankan untuk semua peserta acara tabligh, terlepas dari apakah mereka menunjukkan gejala atau tidak.

Tidak ada biaya tes akan dikenakan pada peserta tabligh yang merupakan warga negara asing, katanya.

“Untuk peserta tabligh, kami akan menguji mereka semua bahkan mereka yang tanpa gejala.

Pada awalnya (kami mengikuti) Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), kami akan menguji hanya mereka yang menunjukkan gejala.

Tetapi sekarang kami telah memutuskan untuk mengujinya bahkan jika mereka tidak memiliki gejala." tuturnya.

Jika warga negara asing datang ke klinik kesehatan atau rumah sakit, atau jika mereka mencari perawatan yang tidak terkait Covid-19, mereka akan dikenakan biaya yang telah ditetapkan.

Tetapi jika itu terkait dengan Covid-19, tidak ada biaya yang dikenakan dan tidak terpengaruh apakah mereka warga negara asing yang kaya atau miskin, katanya.

Dia menambahkan, bahwa Kementerian Kesehatan bekerja dengan otoritas kepolisian untuk melacak peserta tabligh dan mendorong mereka untuk mengikuti tes Covid-19.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved