Selasa, 7 April 2026

Tidak Hanya Memberikan Tugas, Guru Juga Diharuskan Mengajar Secara Online

Seharusnya siswa tidak dibebani dengan banyak tugas, siswa harus mendapatkan bimbingan, nasehat, serta kasih sayang dari guru.

Editor: Eko Setiawan
GOOGLE
Ilustrasi google classroom yang banyak digunakan sekolah di Indonesia selama masa belajar di rumah secara online 

Guru yang Cuma Kasih Tugas Tanpa Mengajar Online Bisa Diadukan ke Sekolah

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Guru diharapkan mengerti dengan sistem pembelajaran jarak jauh yang saat ini dilakukan karena wabah virus Corona.

Guru juga diminta tidak asal memberikan tugas tanpa mengajarkan muridnya secara online.

Syafruddin SSi, Kepala Sekolah SMP Kartini 1 Batam mengungkapkan, saat ini pihaknya mengikuti arahan Litbang dan Kabag kurikulum terkait pembelajaran di rumah.

Dalam sehari, siswa diberi 2 tugas dengan minimal 2 soal dan hanya untuk 2 mata pelajaran.

Apabila mengalami kesulitan, siswa bisa melakukan video call dengan guru langsung.

"Guru-guru di SMP Kartini 1 sudah kami siapkan kuota internet, jadi guru-guru yang hanya memberi tugas bisa diadukan ke Kepala Sekolah", kata Syafruddin pada TRIBUNBATAM.id, Jumat (27/3/2020).

Terkait guru yang melakukan work from home yakni memberikan materi sesuai jadwal pelajaran, guru juga melakukan absensi secara online, melapor kegiatan ke Wakil Kurikulum dan Kepala Sekolah dengan format yang disediakan.

BREAKING NEWS - Aturan Siswa Batam Belajar di Rumah Diperpanjang hingga 13 April 2020

Selain untuk pembelajaran, guru stanbay di depan latop atau handphone android.

Setiap pukul 10.00 WIB, Kepala Sekolah meeting dengan semua guru.

Pembelajaran dilakukan sesuai dengan jam mata pelajaran pukul 15.00 WIB setiap hari.

"Di SMP 1 Kartini Batam, guru-gurunya tidak melulu kasih tugas lalu disuruh mengerjakan. Ada berbagai metode pembelajaran seperti Google class room, Quitper, dan Zoom Meeting," kata Syafruddin.

Seharusnya siswa tidak dibebani dengan banyak tugas, siswa harus mendapatkan bimbingan, nasehat, serta kasih sayang dari guru.

Dengan adanya tugas yang banyak, berarti banyak guru yang memanfaatkan situasi tanpa tanggungjawab moral terhadap siswanya. (TRIBUNBATAM.id/ Hilmi Heptana)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved