Tak Perlu Khawatir, Ternyata Tak Semua Orang Bisa Tertular Covid-19, Simak Cara Tahunya Lebih Awal
Peneliti dari New York berencana meluncurkan detektor antibodi ini dalam beberapa hari ke depan.
Tak Perlu Khawatir, Ternyata Tak Semua Orang Bisa Tertular Covid-19, Simak Cara Tahunya Lebih Awal
TRIBUNBATAM.id- Semakin hari jumlah pasien yang terjangkit virus Corona makin bertambah.
Tak main-main, hingga tanggal 27 Maret 2020, tercatat sudah ada 1.046 pasien yang mengidap COVID-19.
Mulai dari petinggi negara sampai atlet yang ketahuan hidup sehat juga tak luput dar serangan virus ganas ini.
• Ulang Tahun Saat Virus Corona Merebak, 4 Artis Ini Gelar Perayaan Sederhana di Rumah
• Sosok Bayi Ditemukan Bersama Mayat Ibunya yang Seorang Perawat, Sang Ibu Meninggal Terinfeksi Corona
Tapi ada juga orang yang tidak tertular dan dites negatif meski pernah bertemu atau berhubungan dengan orang yang divonis positif corona.
Terlepas dari rasa khawatir tersebut, mungkin kamu bisa sedikit lega nih, Stylovers, karena baru-baru ini ilmuwan memberikan bocoran tentang potensi kekebalan terhadap virus ini.
Seperti yang dilansir Stylo.ID dari Gridfame.ID yang mengutip dari Daily Star pada Selasa (24/3/2020), Para Ilmuwan mengembangkan sebuah alat tes untuk mendeteksi kekebalan terhadap virus corona.
Peneliti dari New York berencana meluncurkan detektor antibodi ini dalam beberapa hari ke depan.
Artinya, ini mengisyaratkan bahwa tidak semua orang bisa terinfeksi virus corona hal itu tergantung imunitas seseorang.
• Jadwal dan Live Streaming MPL Season 5 Pekan ke 8 Hari ke 2, Sabtu (28/3) Pukul 16.00 WIB
• Sinopsis Film Blood Father Dibintangi Mel Gibson, Tayang Pukul 23.00 WIB di Trans TV
Siapapun yang diverifikasi memiliki kekebalan tertentu akan diizinkan keluar dan melakukan kontak sosial penuh, demikian laporan tersebut disampaikan.
Karena mereka dianggap tidak akan menularkan virus.
Antibodi dari memerangi virus corona disebut akan terbentuk setelah tujuh hari.
Tetapi ini masih terlalu dini untuk mengatakan berapa lama kekebalan ini akan bertahan, sementara wabah ini terus merajalela di mana-mana.
Pencipta alat uji ini Dr Florian Kramer mengatakan, bahwa tes ini mudah dan murah, untuk skala besar.
Dia mengatakan, "Orang mungkin bisa terinfeksi kembali setelah mereka meningkatkan respon imun yang baik dan meningkatkan antibodi."
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/20-3-2020-dokter-meninggal.jpg)