Senin, 11 Mei 2026

VIRUS CORONA DI ANAMBAS

Cegah Penyebaran Covid-19, 11 Mahasiswa Desa Teluk Siantan Anambas Dikarantina di Ruang Sekolah

Cegah penyebaran virus Corona, 11 mahasiswa Desa Teluk Siantan, Kecamatan Siantan Tengah, Anambas, Provinsi Kepri dikarantina di SMP 1 Air Nangak.

Tayang: | Diperbarui:
TribunBatam.id/Istimewa
Sebelas mahasiswa asal Desa Teluk Siantan, Kecamatan Siantan Tengah, Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepri bakal dikarantina di SMP 1 Air Nangak. Karantina terhadap mahasiswa asal Jakarta, Bintan dan Tanjungpinang ini dilakukan untuk mencegah penyebaran Covid-19. 

TRIBUNBATAM.id,ANAMBAS - Sebanyak 11 mahasiswa dari Jakarta, Bintan dan Tanjungpinang akan menjalani karantina selama 14 hari .

Belasan mahasiswa warga Desa Teluk Siantan, Kecamatan Siantan Tengah, Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepri ini rencananya akan menjalani karantina di SMPN 1 Air Nangak, Desa Teluk Siantan.

Mahasiswa tersebut tiba di pelabuhan sekira pukul 09.00 WIB. Relawan penanggulangan Covid-19 sudah menunggu mereka di sana.

"Mahasiswa yang baru pulang dari luar sangat rentan terhadap virus Covid-19 karena riwayat perjalanan yang cukup jauh. Karantina ini kami lakukan untuk menjaga keselamatan bersama," kata Kepala Desa Teluk Siantan, Ismaya, saat dihubungi melalui sambungan seluler, Minggu (29/3/2020).

Sekretaris Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Kepulauan Anambas, Herry Fakhrizal juga memberi instruksi kepada para mahasiswa yang datang dengan mengumpulkan mereka di depan pelabuhan Tarempa.

"Tolong jangan berkeliaran jika tidak ada kepentingan di luar rumah, saya minta kepada adik-adik untuk isolasi mandiri selama 14 hari, nanti akan ada petugas kita di setiap daerah yang akan melakukan patroli, jadi kalau ada yang keluar dan ngumpul akan langsung ditindaklanjuti," tegas Herry.

Periksa Penumpang KM Bukit Raya

Sebanyak 444 penumpang dari Tanjungpinang - Tarempa turun dari kapal KM. Bukit Raya, pada Minggu (29/3/2020).

"Kita menghimbau kepada masyarakat yang datang dari luar Anambas baik itu mahasiswa maupun masyarakat perlu melakukan monitoring mandiri di rumah masing-masing dalam pantauan dan pengawasan kita," ucap Ketua Tim Gugus Penanggulangan Covid-19, Sahtiar kepada wartawan.

Lebih jelas dikatakan Sahtiar bahwa setiap penumpang dilakukan pendataan.

Para penumpang yang turun tidak hanya dari Tanjungpinang dan Batam saja, namun juga ada yang berasal dari Jakarta.

"Sebanyak 444 penumpang yang turun dilakukan pendataan, namun sampai detik ini kita belum mendapatkan secara pasti kedudukan atau alamat mereka masing-masing," terang Sahtiar.

Sahtiar berharap dengan apa yang dilakukan oleh tim gugus tugas penanggulangan Covid-19 untuk pencegahan virus Corona ini, dengan melakukan pengecekan dan penyemprotan disinfektan kepada seluruh penumpang.

Bertujuan mencegah Covid-19 secara dini sebagai antisipasi.

"Semoga tidak terjadi apa-apa di Kepulauan Anambas, kita berdoa sama-sama agar terbebas dari permasalahan Covid-19 ini," tuturnya.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved