VIRUS CORONA

Ini Alasan Angka Kematian akibat Virus Corona di Indonesia Tinggi, Ini Penyebabnya

Sebenarnya apa saja yang bisa menyebabkan pasien Covid-19 meninggal dunia? Simak penjelasannya disini

AFP/HECTOR RETAMAL
Ilustrasi/ Ini Alasan Angka Kematian akibat Virus Corona di Indonesia Tinggi, Ini Penyebabnya 

TRIBUNBATAM, JAKARTA Hingga Sabtu (28/3/2020) sore, jumlah terinfeksi virus corona baru SARS-CoV-2 di Indonesia mencapai 1.155 kasus.

Dari angka tersebut, 994 pasien masih dalam perawatan, 59 sembuh, dan 102 di antaranya meninggal dunia.

Dari angka ini, kita bisa melihat bahwa angka kematian akibat Covid-19 di Indonesia sangat banyak.

Beberapa orang mungkin juga heran, kenapa pasien Covid-19 yang meninggal di Indonesia jauh lebih banyak dibanding yang sembuh.

Sebenarnya apa saja yang bisa menyebabkan pasien Covid-19 meninggal dunia?

Dijelaskan oleh Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB, dalam konferensi pers daring #FKUIPeduliCovid19 pada Jumat (27/3/2020), ada beberapa faktor yang menyebabkan seseorang meninggal karena Covid-19.

Faktor penyebab kematian

1. Faktor umur

Dalam laporan yang terbit di jurnal Lancet edisi 9 Maret 2020, disebutkan bahwa faktor umur sangat memengaruhi tubuh dalam melawan corona.

"Berdasarkan kepustakaan yang ada dan dari jurnal Lancet, umur menjadi faktor penting (terkait kematian akibat Covid-19). Semakin tinggi usia, maka semakin berisiko pada kematian," kata Ari.

2. Skor SOFA

Sepsis adalah gangguan fungsi organ akibat infeksi yang dapat menyebabkan kematian.

Gangguan fungsi organ tersebut dapat dinilai menggunakan kriteria yang sudah disepakati yaitu skor Sequential (Sepsis-Related) Organ Failure Assesment (SOFA), yang melibatkan sistem respirasi, pembekuan darah, kardiovaskular, sistem saraf, fungsi hati, dan fungsi ginjal.

Profil Wander Luiz Pemain Persib Bandung yang Positif Virus Corona, Begini Kondisinya

Data Terbaru Corona di Kepri Sabtu (28/3), 1.579 ODP, 6 Positif Covid-19, 1 Meninggal di Batam

Mudahnya, ketika pasien datang ke rumah sakit, dokter dapat melakukan prognosis atau prediksi mengenai perkembangan suatu penyakit setelah melihat tekanan oksigen di dalam tubuh, jumlah trombosit, fungsi hati, tekanan darah, tingkat kesadaran, dan fungsi ginjal.

"Prognosis agak berat itu ketika diperiksa jumlah trombosit sudah mulai turun, ini kita sudah bisa bilang sepsis," ujar Ari.

"Kemudian fungsi hati meningkat mungkin sampai 200-300, tekanan darah turun karena dia memang syok, kesadarannya sudah mulai sulit diajak bicara misalnya, dan fungsi ginjal turun," imbuhnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Timur
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved