TRIBUN WIKI
Mengenal Disinfeksi dan Cara Melakukannya Untuk Cegah Penyebaran Covid-19
Disinfeksi adalah proses pengurangan jumlah kemungkinan mikroorganisme ke tingkat bahaya yang lebih rendah pada area terkontaminasi mikroorganisme.
TRIBUNBATAM.id - Untuk mencegah penyebaran virus corona atau Covid-19 yang semakin meluas, sejumlah wilayah di Indonesia melakukan disinfeksi secara menyeluruh hingga ke rumah-rumah warga.
Disinfeksi sendiri adalah proses pengurangan jumlah kemungkinan mikroorganisme ke tingkat bahaya yang lebih rendah pada area yang memiliki indikasi terkontaminasi mikroorganisme.
Ada beberapa jenis disinfeksi yang bisa dilakukan, yakni :
1. Disinfeksi permukaan
- Disinfeksi lingkungan permukaan datar seperti lantai, dinding, meja, kursi, lemari, dan perabot rumah tangga.
- Disinfeksi benda yang paling sering bersentuhan dengan tangan seperti pegangan tangga, gagang pintu, gagang telepon, workstation, peralatan dapur dan makan, toilet dan westafel.
- Disinfeksi ventilasi buatan seperti air conditioner, air sterilization, air purifier, dan AC sentral.
2. Disinfeksi udara (ruangan)
Disinfeksi udara memiliki sasaran ruangan yang yang terindikasi kontaminasi oleh mikroorganisme.
3. Disinfeksi permukaan lunak (keropos)
Disinfeksi pada benda dengan permukaan lunak seperti lantai berkarpet, permadani, dan tirai.
4. Disinfeksi pakaian
Disinfeksi pada benda yang dipakai seperti pakaian, handuk, dan linen.
Persiapan disinfeksi
Sebelum melakukan penyemprotan disinfeksi, ada beberapa persiapan yang harus dilakukan, yakni:
1. Persiapkan Alat Pelindung Diri (ADP)
- Sarung Tangan
- Masker
- Boots
2. Alat Disinfektan
- Ember
- Kain Microfiber
- Tissu
- Pel Mob
- Hand Spray
- Sprayer Gendong
Yang perlu diingat, selalu gunakan sarung tangan dan masker sekali pakai saat melakukan disinfeksi.
Jangan lupa untuk segera membuangnya setelah selesai digunakan.
Apabila sarung tangan dapat digunakan kembali, sarung tangan tersebut hanya dapat digunakan khusus untuk membersihkan dan mendisinfeksi permukaan terkontaminasi.
Bersihkan sarung tangan yang masih bisa dipakai sesuai aturan disinfeksi pakaian.
Proses disinfeksi
Disinfeksi permukaan
1. Gunakan Alat Pelindung Diri (APD)
- Lalu siapkan larutan disinfektan yang sudah diencerkan sesuai takaran.
- Siapkan tisu, kain mikrofiber (MOP), pel dan botol sprayer.
2. Lakukan General Cleaning
Dengan membersihkan permukaan barang menggunakan air sabun/detergen dengan menggunakan lap.
3. Bagi penggunaan kain mikrofiber (MOP), rendam kain mikrofiber (MOP) kedalam air yang berisi cairan disifektan.
Lakukan pengelapan pada lingkungan permukaan datar dan biarkan tetap basah selama 10 menit.
4. Bagi penggunaan botor sprayer, isi botol dengan cairan disinfektan yang telah diencerkan.
- Ambil 2 lembar tisu dan dilipat 2 atau 4.
- Semprotkan cairan disinfektan pada tisu dan lakukan pengelapan secara zig-zag
atau memutar dari tengah keluar.
5. Untuk disinfeksi ventilasi buatan, sebelum dinyalakan lakukan penyemprotan pada Evaporator, Blower, dan penyaring udara (filter) dengan botol sprayer yang telah berisi cairan disinfektan.
Dilanjutkan dengan disinfeksi pada permukaan chasing indoor AC.
Pada AC Sentral dilakukan disinfeksi permukaan pada mounted dan kisi-kisi exhaust tanpa perlu dibilas.
6. Untuk disinfeksi peralatan pribadi, dapat menggunakan cairan disinfektan personal pada saat sebelum digunakan.
7. Lepaskan APD dan lanjutkan dengan cuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir.
8. Frekuensi disinfeksi ini dilaksanakan rutin minimal 2-3 kali sehari, dengan frekuensi maksimal 2 jam sekali.
Disinfeksi udara (ruangan)
Jenis disinfeksi yang dapat digunakan adalah Hydrogen Peroxide dan menggunakan alat berjenis Dry Mist Disinfection.
Adapun Proses disinfeksinya adalah sebagai berikut:
1. Gunakan Alat Pelindung Diri (APD)
2. Persiapkan alat Dry Mist Disinfection dengan catridge yang telah berisi cairan Hidrogen Peroksida
3. Atur konsentrasi disinfektan sesuai dengan luas ruangan dan waktu pemaparan maksimal 30 menit.
4. Letakkan alat ini di sudut ruangan dan arahkan noozle ke tengah ruangan.
Pastikan tidak ada orang dalam melakukan disfinfeksi udara ini.
Nyalakan alat dan tinggalkan ruangan.
Biarkan alat ini selesai bekerja secara otomatis.
5. Apabila tidak memiliki Dry Mist Disinfection, bisa juga dilakukan dengan menggunakan sprayer gendong secara manual dengan menyemprotkan keliling ruangan.
6. Ruangan dapat digunakan kembali setelah 60 menit.
7. Lepaskan APD dan lanjutkan dengan cuci tangan pakai sabun dan air mengalir. Frekuensi disinfeksi ini dilaksanakan sebelum dan sesudah memakai ruangan, atau dua kali sehari.
Disinfeksi permukaan lunak
Disinfeksi ini dilakukan untuk benda dengan permukaan lunak seperti karpet, tirai, hingga sajadah.
1. Mencuci barang sesuai dengan instruksi pabrik.
2. Jika memungkinkan, cucilah benda-benda dengan menggunakan air yang paling hangat yang sesuai, atau,
3. Gunakan produk dengan klaim patogen virus baru yang disetujui yang cocok untuk permukaan berpori.
Disinfeksi pakaian
Disinfeksi ini dilakukan pada pakaian, handuk, linen, atau bekas sarung tangan yang telah dipakai untuk disinfeksi.
1. Jangan mengaduk cucian kotor. Ini akan meminimalkan kemungkinan penyebaran virus melalui udara.
2. Mencuci barang sesuai dengan instruksi pabrik.
Jika memungkinkan, cucilah benda-benda menggunakan pengaturan air yang paling hangat dan tepat untuk barang-barang tersebut dan keringkan sepenuhnya.
3. Membersihkan dan mendisinfeksi keranjang atau tas pakaian sesuai dengan panduan disinfeksi untuk permukaan. (TRIBUNBATAM.id/WIDI WAHYUNINGTYAS)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/perwakilan-instansi-di-tanjungpinang-semprot-cairan-disinfektan-cegah-virus-corona-123.jpg)