Jumat, 24 April 2026

VIRUS CORONA DI BATAM

11.208 Pekerja di Batam Mulai Rasakan Dampak Covid-19, 70 Orang Kena PHK

Kadisnaker Batam menyebutkan imbas dari corona virus (covid-19) ada sebanyak 11.208 orang yang merasakan dampak terhadap pekerjaan mereka.

Penulis: Beres Lumbantobing |
wahyu indri yatno
ilustrasi PHK karyawan akibat covid-19 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Wabah corona virus (covid-19) di Kota Batam diperkirakan akan terus berimbas pada pelumpuhan sektor ekonomi.

Sejumlah industri dikabarkan sudah mulai tak beroperasi terkhusus industri parawisata.

Bukan tanpa alasan, pasokan barang, angka kunjungan wisata dalam sebulan terakhir terus merosot bahkan mencapai angka terendah.

Akibatnya banyak perusahaan hotel and travel dan transportasi tak lagi beroperasi yang berujung PHK, unpaid leaved, karyawan dirumahkan dan pengurangan jam kerja.

"Terjadi pelumpuhan sektor pariwisata, banyak hotel tak lagi beroperasi begitu juga transportasi, pengusaha sudah mulai mengeluhkan jumlah kunjungan tak lagi ada sementara gaji karyawan harus dibayar," ujar Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Batam, Rudi Sakyakirti saat ditemui di Kantor Disnaker, Sekupang, Rabu (1/4/2020).

Hingga saat ini, Rudi menyebutkan imbas dari corona virus (covid-19) ada sebanyak 11.208 orang yang merasakan dampak terhadap pekerjaan mereka.

Dari data itu, Rudi merincikan ada sebanyak 70 orang yang diputus hubungan kerja alias PHK dan 3027 orang unpaid leaved atau cuti tidak dibayar.

Sementara karyawan yang dirumahkan, kata Rudi ada sebanyak 1342 orang dan karyawan yang mendapat pengurangan jam kerja ada sebanyak 6769 orang.

Dikatakan Rudi dari total jumlah karyawan tersebut dirangkum dari 175 perusahaan yang telah melaporkan ke Disnaker Kota Batam.

"Itu data sementara yang baru melapor, dominan hotel dan restoran tour and travel," sebutnya.

Untuk perusahaan yang bergerak dalam bidang pariwisata seperti hotel, transportasi dan travel hampir merata merasakan dampak yang sama.

Berbeda dengan perusahaan industri manufaktur, sebagian besar perusahaan masih ada juga berjalan dan beroperasi seperti biasa.

Meskipun sebagian sudah mulai mengeluh.

Namun di tengah kondisi seperti ini, Rudi mengajak agar perusahaan dapat melakukan komunikasi dengan karyawan agar tidak terjadi PHK.

"Apakah nantinya Unpaid Leaved, cuti tidak berbayar atau dirumahkan namun tidak digaji dan mungkin PHK dengan pesangon," katanya. 

Reaksi Apindo

Apindo Kepri hingga kini belum menerima adanya PHK akibat Corona.

"Belum ada laporan kalau di PHK, tapi untuk di rumahkan ada," kata Cahya pada TRIBUNBATAM.id, Rabu (01/04/2020).

"Ingat dirumahkan dengan di PHK itu berbeda, itu tanya sama bu Sonia dia Ketua Asosiasi Korean Batam, dia disektor pengusaha pariwisata," ucap Cahya. 

Dengan adanya virus corona atau Covid-19 sektor pariwisata mengalami penurunan tajam.

"Nol, tidak ada pemasukan sama sekali," kata Sonia.

Untuk karyawan yang menemani selama puluhan tahun Sonia tidak tega untuk melakukan PHK.

"Saya tetap memberikan gaji kepada mereka ada yang 50 ada yang 70 persen dari gajinya," kata Sonia.

Karyawan ada sebagian yang dirumahkan. "Ada beberapa hanya 3 orang dari 80 karyawan, akan tetapi mereka masih saya kasih uang untuk hidup sampai wabah corona atau Covid-19 selesai," ujar Sonia.

Untuk mengatasi pandemi wabah corona atau Covid-19, Sonia mengambil tabungannya untuk bertahan di keadaan wabah corona atau Covid-19.

"Ya, kalau bisa para pengusaha bertahanlah sebisa mungkin, karyawan jangan di PHK kasihan karyawan itu," kata Cahya.(Tribunbatam.id/Beres Lumbantobing/hilmi)

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved