Senin, 20 April 2026

VIRUS CORONA DI ARAB

Diserang Corona, Arab Saudi Minta Jangan Buru-buru Rencanakan Ibadah Haji 2020

Pemerintah Arab Saudi memberikan kabar terbaru apakah ibadah haji bisa digelar menyusul serangan virus Corona.

twitter.com/@_Ufaq_
Foto suasana di Masjidil Haram yang sepi setelah dilakukan sterilisasi oleh pemerintah Kerajaan Arab Saudi 

TRIBUNBATAM.id, ARAB - Pemerintah Arab Saudi memberikan kabar terbaru apakah ibadah haji bisa digelar menyusul serangan virus Corona.

Pemerintah Arab Saudi sebelumnya sudah menghentikan sementara umrah hingga batas waktu yang belum ditentukan.

Kini Pemerintah Arab Saudi meminta umat Islam untuk menunggu kejelasan lebih lanjut tentang pandemi virus corona sebelum merencanakan perjalanan haji.

Hal itu diungkapkan menteri Haji dan Umrah Dr. Kata Muhammad Salih bin Taher Banten kepada TV Al-Ekhbariya, Selasa (31/3/2020).

"Kami telah meminta dunia untuk tidak terburu-buru berkaitan dengan kelompok-kelompok haji sampai jalur epidemi menjadi jelas, mengingat keselamatan para peziarah dan kesehatan masyarakat sebagai prioritas," jelas Dr. Kata Muhammad Salih bin Taher Banten seperti yang dikutip dari Arab News.

Dia menambahkan, "Kami telah berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan untuk melakukan tur inspeksi hotel yang digunakan untuk isolasi kesehatan demi memastikan bahwa semua layanan dan perawatan diberikan kepada para jemaah," tambahnya.

Pertemuan tahunan umat Islam terbesar, ibadah Haji, dijadwalkan akan dimulai pada akhir Juli.

Akan tetapi, wabah virus corona dan penguncian Arab Saudi untuk mencegah penyebaran virus telah menimbulkan pertanyaan tentang apakah hal itu dapat berlanjut atau malah sebaliknya.

Arab News juga memberitakan, Kerajaan Arab Saudi telah menangguhkan ibadah umrah sampai pemberitahuan lebih lanjut, menghentikan semua penerbangan penumpang internasional tanpa batas waktu, serta pada pekan lalu memblokir jalan masuk dan keluar ke beberapa kota, termasuk Mekah dan Madinah.

Sementara itu, ada 10 kasus kematian yang dilaporkan di antara 1.563 kasus virus corona di Arab Saudi. Kini, jumlah kasus infeksi corona di seluruh mencapai 800.000 orang dan merenggut lebih dari 40.000 jiwa.

Corona di Arab

Kepala Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah memuji keputusan Raja Arab Saudi, Salman untuk memberikan perawatan medis gratis bagi semua orang di Arab Saudi yang terinfeksi oleh virus Corona.

Dalam briefing hariannya pada hari Selasa, juru bicara Kementerian Kesehatan Dr. Mohammed Al-Abd Al-Aly mencatat bahwa keputusan Raja Salman, yang diumumkan pada hari Senin adalah langkah menginspirasi hingga mendapatkan pujian secara global.

"Direktur jenderal WHO, Dr. Tedros Adhanom, menggambarkannya sebagai contoh yang bagus. Mewujudkan makna perawatan kesehatan untuk semua,'" kata Al-Aly.

Dalam sebuah pesan yang diposting di Twitter beberapa jam sebelumnya, Adhanom menulis:

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved