TRIBUN WIKI
Sejarah Vitamin E, Penelitiannya Berkaitan Dengan Kegagalan Kehamilan Tikus Betina
Vitamin E dikenal sebagai zat gizi yang bagus untuk memelihara kesehatan kulit, kesuburan organ reproduksi, mata, sel darah, dan otak.
TRIBUNBATAM.id - Vitamin E dikenal sebagai zat gizi yang bagus untuk memelihara kesehatan kulit, kesuburan organ reproduksi, mata, sel darah, dan otak.
Selain itu, vitamin dengan nama lain Alfa Tokoferol ini juga mampu mendorong tubuh untuk mengeluarkan kekebalan alaminya.
Sumber utama Vitamin E berasal dari makanan sehari-hari, yaitu dari minyak nabati seperti minyak zaitun, minyak kelapa sawit, dan minyak kelapa.
Selain itu, Vitamin E juga bisa diperoleh dari sayur dan buah, seperti brokoli, bayam, dan kacang-kacangan, namun hanya dalam jumlah yang kecil.
Pada umumnya, kebutuhan vitamin E seseorang dapat dipenuhi dengan mengonsumsi makanan-makanan tersebut dengan cukup.
Namun, beberapa orang dapat mengalami kekurangan vitamin E, baik akibat malnutrisi atau gangguan penyerapan vitamin E.
Sebagian besar tanda kekurangan vitamin E tidak begitu jelas, sehingga banyak orang yang tidak menyadari bahwa tubuhnya kekurangan vitamin ini.
Suplemen vitamin E dapat dikonsumsi untuk memenuhi kebutuhan hariannya. Suplemen vitamin E tersedia dalam bentuk tablet dengan kandungan vitamin E 200 IU atau 400 IU.
Alfa tokoferol ini juga adalah antioksidan yang dapat membantu melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan.
Vitamin E akan larut dalam lemak dan tubuh akan menyimpan vitamin ini dan menggunakannya sesuai kebutuhan.
Sejarah
Melansir Tribunnews Wiki vitamin E pertama kali ditemukan oleh Dr. H.M. Evans, seorang ilmuwan dari California pada tahun 1922.
Penelitiannya berkaitan dengan kegagalan kehamilan tikus betina yang dalam makanannya defisiensi Vitamin E.
Untuk pertama kalinya, Vitamin E diisolasi dari minyak tepung gandum pada tahun 1936.
Vitamin ini disebut Vitamin E karena ditemukan setelah vitamin-vitamin yang sudah ada, yaitu A, B, C, dan D.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/kacang-kacang-sebagai-salah-satu-sumber-vutamin-e.jpg)