Selasa, 14 April 2026

VIRUS CORONA

Benarkah Masker Kain Efektif Cegah Virus Corona? Ini Penjelasan Ahli

Masker rumahan buatan sendiri disebut-sebut cukup efektif untuk menghalau virus corona. Namun benarkah efektivitas masker rumahan sama dengan masker m

AFP/ANDY WONG
Berbagai bentuk dan gaya masker wajah digunakan warga untuk melindungi dirinya 

Studi tersebut dilakukannya kepada petugas medis yang berhadapan dengan virus flu di rumah sakit di Hanoi.

Hasilnya, masker rumahan lebih rentan terhadap penularan virus dibanding masker medis.

Hal ini karena masker rumahan lebih mudah lembap, dan kerap digunakan berkali-kali.

Bisa dibilang, filter pada masker rumahan jauh lebih buruk dibanding masker medis.

Namun, MacIntyre mengatakan bahwa masker rumahan bisa jadi opsi apabila petugas medis kehabisan APD.

“Ketika dokter tidak memiliki APD, saya rasa mereka harus menggunakan apapun yang mereka punya. Jika itu buatan sendiri, lebih baik daripada tidak sama sekali. Ini masalah hidup dan mati bagi mereka,” tuturnya.

Penggunaan masker rumahan yang benar Studi yang dipublikasikan pada 2013 oleh jurnal Disaster Medicine and Public Health Preparedness menyebutkan bahwa masker medis tiga kali lebih efektif dibanding masker rumahan untuk mencegah penyebaran virus flu.

BANDAR LAMPUNG- Pengerajin menyelesaikan pembuatan masker kain di Perum Ragom Gawi Permai I, Kemiling, Bandar Lampung. Jumat (27/3/2020). Produksi masker dengan berbahan kain tersebut di jual dengan harga Rp 10 ribu dan menjadi alternatif ditengah kelangkaan serta kenaikan harga masker medis. Menurut pengerajin kain Siti Nuraisah dirinya mengaku semenjak merebaknya virus corona ia mengaku mengalami peningkatkan pesanan hingga 8 lusin perhari.
BANDAR LAMPUNG- Pengerajin menyelesaikan pembuatan masker kain di Perum Ragom Gawi Permai I, Kemiling, Bandar Lampung. Jumat (27/3/2020). Produksi masker dengan berbahan kain tersebut di jual dengan harga Rp 10 ribu dan menjadi alternatif ditengah kelangkaan serta kenaikan harga masker medis. Menurut pengerajin kain Siti Nuraisah dirinya mengaku semenjak merebaknya virus corona ia mengaku mengalami peningkatkan pesanan hingga 8 lusin perhari. ((Tribunlampung.co.id/Deni Saputra))

Ditulis bahwa “masker rumahan harus menjadi pilihan terakhir untuk mencegah penularan virus via dahak.

Namun ini lebih baik dibanding tanpa proteksi sama sekali”.

Anna Davies selaku ketua studi tersebut dan peneliti dari University of Cambridge membeberkan cara menggunakan masker rumahan.

Namun, ia menekankan bahwa masker rumahan hanya digunakan untuk proteksi darurat dan tidak bisa disamakan dengan proteksi maksimal.

Pertama, hindari kontak dekat dengan orang yang tampak sakit atau batuk/ bersin.

Kedua, tutupi area mulut dan hidung ketika bersin atau batuk.

Ketiga, cucilah tangan secara rutin menggunakan sabun dan air mengalir.

Keempat, ketika menghadapi seseorang dengan gejala seperti flu, pakailah masker rumahan tersebut pada hidung dan mulut untuk mengurangi risiko transmisi.

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved