Rabu, 8 April 2026

Dampak Covid-19, Presiden Jokowi Punya Cara Agar Warga Masih Bisa Mudik Lebaran, Ganti Hari Libur

Ia juga mengusulkan nantinya, pada hari libur pengganti mudik itu, pemerintah akan menyediakan fasilitas dan infrastruktur khusus mudik, sebagaimana

Editor: Eko Setiawan
kompas.com
Presiden Jokowi 

TRIBUNBATAM.id, JAKARTA - Presiden Joko Widodo punya cara sendiri agar masyarakat Indonesia masih bisa pulang Kampung.

Jokowi mengusulkan mengganti jadwal mudik Lebaran 2020 di hari libur nasional setelah Hari Raya Idul Fitri.

Hal itu diusulkan Presiden Jokowi untuk menenangkan masyarakat, yang berpotensi tak bisa mudik Lebaran 2020 di tengah wabah virus corona atau Covid-19.

"Saya melihat ini, untuk mudik ini, dalam rangka menenangkan masyarakat. Mungkin alternatif mengganti hari libur nasional di lain hari untuk hari raya. Ini mungkin bisa dibicarakan," ujar Presiden Jokowi saat membuka rapat terbatas soal mudik melalui sambungan konferensi video, sebagaimana dilansir Kompas.com, Kamis (2/4/2020).

Ia juga mengusulkan nantinya, pada hari libur pengganti mudik itu, pemerintah akan menyediakan fasilitas dan infrastruktur khusus mudik, sebagaimana dilaksanakan di kala mudik Lebaran.

"Saya kira kalau skenario-skenario tersebut dilakukan, kita bisa memberikan sedikit ketenangan pada masyarakat," lanjut Presiden Jokowi.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 405,1 triliun untuk penanganan Virus Corona.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 405,1 triliun untuk penanganan Virus Corona. (Youtube/Sekretariat Presiden)

 

Sebelumnya, Wakil Presiden Maruf Amin menyebutkan, pemerintah tengah merampungkan peraturan pemerintah (PP) terkait mudik Lebaran 2020.

PP itu akan mengatur pergerakan orang saat pulang kampung, untuk mencegah penyebaran virus corona atau Covid-19.

PP tersebut, kata dia, akan memperkuat imbauan pemerintah melarang masyarakat untuk mudik ke kampung halaman di tengah pandemi Covid-19 saat ini.

"PP-nya sedang dirumuskan mungkin dua hari lagi tentang masalah mudik itu," ujar Maruf Amin dalam konferensi pers melalui video conference, Selasa (31/3/2020).

"Tapi yang jelas, kami meminta masyarakat untuk tidak mudik sebab risikonya besar sekali," lanjut dia.

Ia mengatakan, sebagaimana anjuran agama Islam bahwa saat melakukan sesuatu yang diyakini dapat menimbulkan bahaya bagi dirinya atau orang lain adalah dilarang bahkan cenderung diharamkan.

Apalagi, saat ini pemerintah juga sudah meminta masyarakat untuk tidak mudik ke kampung halaman.

Sehingga, warga wajib tidak melakukannya.

"Sesuatu yang wajib menurut agama dan diwajibkan oleh pemerintah itu menjadi kuat," kata dia.

Jokowi siapkan aturan mudik Lebaran 2020

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved