TRIBUN WIKI
SEJARAH Bandara Internasional Raja Haji Fisabilillah di Tanjungpinang
Bandar Udara Internasional Raja Haji Fisabilillah adalah satu-satunya penyedia transportasi udara di kota Tanjungpinang.
TRIBUNBATAM.id, TANJUNGPINANG - Kota Tanjungpinang sebagai ibukota Provinsi Kepulauan Riau tak hanya memiliki pelabuhan sebagai penyedia transportasi laut, namun juga bandara.
Bandar Udara Internasional Raja Haji Fisabilillah adalah satu-satunya penyedia transportasi udara di kota Tanjungpinang.
Berdasarkan data dari Angkasa Pura II, setiap hari bandara ini melayani belasan rute dengan enam maskapai yakni Sriwijaya Air, Lion Air, Garuda Indonesia, Wings Air, Xpress Air, dan Susi Air.
Rute tersebut yaitu dari dan menuju Jakarta, Pekanbaru-Batam, Matak-Natuna, Dabo Singkep, Letung, dan masih banyak lagi.
Sejarah
Dulunya, Bandara Raja Haji Fisabilillah yang dikelola PT Angkasa Pura II ini bernama Bandar Udara Kijang.
Melansir situs resmi Lanud TNI AU Tanjungpinang, status bandara ini dari dulu adalah bandara internasional.
Namun, karena dulu Kepulauan Riau belum terpisah dari Riau Daratan, maka bandara ini cenderung jarang dipergunakan.
Setelah tahun 2001, Kepulauan Riau resmi menjadi provinsi baru di Indonesia, membuat pembangunan di kota Tanjungpinang cukup pesat.
Imbasnya, bandara ini juga menjadi semakin ramai dengan banyaknya maskapai yang mulai memadatinya.
Beberapa di antaranya yakni Riau Airlines pada pertengahan tahun 2005, Merpati pada tanggal 19 Desember 2007, hingga Sriwijaya Air pada awal bulan Februari 2008.
Pada bulan Mei 2007, pemerintah mengucurkan dana untuk pengembangan Bandara ini.
Proyek mulai berjalan pada bulan Juni di tahun yang sama.
Pengembangan bandara ini meliputi penambahan fasilitas seperti radar dan landasan pacu yang ditambah sekitar 400 meter.
Sehingga, panjang landasan yang awalnya hanya 1.856 meter menjadi 2.256 meter.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/rhf-airport-atau-raja-haji-fisabilillah_20180605_113219.jpg)