BATAM TERKINI

Dapat Asimilasi di Rumah, Bapas Batam Terima 67 Berkas Warga Binaan, Ini Sanksi Bagi yang Melanggar

Bapas wilayah Batam menerima 67 berkas dari warga binaan terkait asimilasi dalam rangka pencegahan Covid-19

TribunBatam.id/Istimewa
ilustrasi warga binaan. Bapas Batam menerima 67 berkas dari warga binaan terkait asimilasi dalam rangka pencegahan Covid-19 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Hari ke tiga sejak dikeluarkannya Keputusan Menteri Hukum dan HAM bernomor M.HH-19.PK/01.04.04 tentang Pengeluaran dan Pembebasan Narapidana dan Anak melalui Asimilasi dan Integrasi dalam Rangka Pencegahan dan Penanggulangan Penyebaran Covid-19 yang ditandatangani Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly pada Senin (30/3/2020).

Balai Pemasyarakatan (Bapas) wilayah Batam menerima 67 berkas atau surat pernyataan dari warga binaan. Dari Lapas Pemasyarakatan Khusus Anak sebanyak 21 warga binaan, Lapas Pemberdayaan Perempuan sebanyak 4 orang, Lapas Kelas II a Barelang Batam sebanyak 18 orang dan Rutan Barelang Batam sebanyak 24 orang.

Ke 67 orang warga binaan tersebut mendapatkan asimilasi di rumah masing masing dan di bawah pengawasan Bapas Provinsi Kepri.

Heri, Pembimbing Kemasyarakatan Bapas Provinsi Kepri mengatakan, hari ketiga sejak dikeluarkannya keputusan menteri, warga binaan memdapat pembebasan secara asimilasi.

"Selama ini asimilasi itu dilaksanakan di Lapas atau Rutan, dimana warga binaan yang bersangkutan sudah mendapat kebebasan, sebagai contoh pagi hari warga binaan tersebut sudah bisa keluar dari Rutan atau Lapas, dengan alasan tertentu. Dan sore hari kembali ke dalam Rutan atau lapas," kata Heri, Jumat (3/4/2020).

Polsek Sagulung Batam Tiadakan Jam Besuk Tahanan Dampak Covid-19, Komunikasi Bisa Lewat Video Call

Pasien 04 Covid-19 Meninggal di Batam, Alami Batuk Darah dan Demam, Sempat Sehat lalu Kambuh Lagi

Namun dengan adanya keputusan dari Menteri tersebut, warga binaan yang mendapat asimilasi sudah bebas dari Rutan atau Lapas, dan menjalani asimilasi di rumah.

"Mereka tidak perlu lagi ke Rutan atau ke Lapas, mereka cukup melapor ke Bapas setiap hari," kata Heri.

Dia mengatakan, sesuai aturan warga binaan yang mendapat kebebasan asimilasi harus datang melapor setiap hari ke Bapas. Namun di tengah pendemi virus Corona saat ini, warga binaan tidak perlu datang ke Kantor Bapas.

Cukup melapor melalui pesan singkat, pesan melalui whatsapp atau video call.

"Kita sarankan agar tetap berada di rumah sesuai dengan anjuran pemerintah," kata Heri.

Sementara selama menjalani asimilasi di rumah, Heri mengimbau kepada warga binaan agar tidak melakukan aktivitas di luar rumah. Apalagi melakukan tindakan yang melanggar hukum.

"Jika nanti ada warga binaan yang masih berstatus asimilasi dan melakukan tindakan yang bersentuhan dengan hukum, maka sisa hukuman asimilasi akan ditambahkan ke hukumannya yang baru," kata Heri.

Selain itu warga binaan yang melanggar aturan atau surat pernyataan yang dibuat saat mendapat asimilasi di rumah, maka hak-hak warga binaan tersebut akan dicabut seperti pembebasan bersyarat dan pengajuan bebas bersyarat.

"Ini aturannya jelas, jadi kita imbau warga binaan yang menjalani asimilasi agar tidak mengulangi perbuatannya," kata Heri.

(Tribunbatam.id/Ian Sitanggang)

Penulis: Ian Pertanian
Editor: Dewi Haryati
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved