TANJUNGPINANG TERKINI

Dihantam Corona, 4 Hotel di Tanjungpinang PHK Karyawan, Data Disnaker Sudah 869 Orang Dirumahkan

Dampak Corona Virus, empat hotel di Tanjungpinang memutus hubungan kerja karyawannya. Tak hanya hotel, perusahaanpun begitu.

wahyu indri yatno
ilustrasi PHK karyawan. Dampak Corona Virus, empat hotel di Tanjungpinang memutus hubungan kerja sejumlah karyawannya berdasarkan data Dinas Tenaga Kerja Tanjungpinang 

TRIBUNBATAM.id, TANJUNGPINANG - Empat hotel di Tanjungpinang melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) karyawannya. Dari informasi, empat hotel tersebut diantaranya Hotel Aston Tanjungpinang, PT Bintan Pertama Beach Resort, Kaputra Hotel, serta Hotel Karas.

PHK tersebut terjadi akibat dampak Covid-19 yang membuat jumlah pengunjung hotel minim.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan Koperasi dan Usaha Mikro Kota Tanjungpinang Hamalis mengatakan, total pekerja hotel yang di-PHK sebanyak 28 orang dari empat hotel itu.

"Hotel Aston Tanjungpinang ada 18 orang, Kaputra Hotel 6 orang, PT. Bintan Pertama Beach Resort 3 orang, serta Hotel Karas 1 orang," katanya, Jumat (3/4/2020) siang.

Disampaikannya, data terbaru pukul 11.30 Wib, Jumat, ada sebanyak 869 pekerja yang sudah dirumahkan akibat dampak Covid-19.

Empat Bulan Sudah 60 Kali Kebakaran Hutan dan Lahan di Bintan, Kapolres Ingatkan Sanksi Bagi Pelaku

Hindari Mafia, Alat Rapid Test Tak Dijual Bebas, Ini Ancamannya Jika Ada yang Menjual

"Dari alasan beberapa perusahaan melakukan PHK dan merumahkan karyawannya sama. Tidak mampu bayar gaji. Tak bisa mengeluarkan operasional, tamu juga tak ada," ujarnya.

Sementara itu, seorang pekerja hotel yang dirumahkan Didi mengatakan, menerima dengan pasrah keputusan hotel di tempatnya bekerja.

"Bahasa pihak hotel ke saya meng-off-kan sementara waktu, kalau kondisi sudah membaik, akan ditarik lagi," sebut warga Bintan ini.

Biasa dia memperoleh Rp 2,9 juta per bulan bersih dari hasil bekerja di hotel. Didi pun harus memutar otak untuk mencari pekerjaan lain. Pihak hotel menyampaikan, tidak masalah bila mencari pekerjaan baru.

"Sekarang bagusnya buat cari penghasilan melaut jadinya. Mau jualan juga tak mungkin laku, cuma melaut satu-satunya cara. Kita tak tau juga sampai kapan ini berakhir," sebutnya.

(Tribunbatam.id/endrakaputra)

Penulis: Endra Kaputra
Editor: Dewi Haryati
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved