BINTAN TERKINI

Empat Bulan Sudah 60 Kali Kebakaran Hutan dan Lahan di Bintan, Kapolres Ingatkan Sanksi Bagi Pelaku

Sejak Januari hingga April 2020, tercatat sudah 60 kali kebakaran hutan dan lahan terjadi di 3 kecamatan di Bintan. Ratusan hektare lahan hangus

TRIBUNBATAM.ID/ISTIMEWA
Tim UPT Damkar Toapaya saat memadamkan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Bintan, beberapa waktu lalu 

TRIBUNBINTAN.com, BINTAN - Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Damkar Toapaya mencatat jumlah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di wilayah kerjanya. Sejak Januari hingga April 2020 tercatat sebanyak 60 kali karhutla di sejumlah titik yang ada di tiga kecamatan.

Adapun tiga kecamatan yang menjadi wilayah kerja UPT Damkar Toapaya, yakni Kecamatan Gunung Kijang, Toapaya dan Teluk Bintan. Kepala UPT Damkar Toapaya yang membawahi Kecamatan Toapaya, Gunung Kijang dan Teluk Bintan, Nurwendi menuturkan, dari 60 kali karhutla itu, setidaknya sudah ratusan hektare lahan hangus terbakar di tiga kecamatan tersebut.

"Sudah ratusan hektare lahan hingga saat ini yang terbakar," terangnya, Jumat (3/4/2020).

Wendi mengimbau masyarakat agar tidak membakar hutan untuk kepentingan membuka lahan.
Sebab jika diketahui membakar hutan dengan sengaja akan berurusan dengan hukum.

"Kita sangat menyayangkan hal ini, seharusnya masyarakat tidak membakar lahan untuk berkebun, karena bisa berurusan ke ranah hukum," tuturnya.

Kaget saat Ada Kendaraan Lain Melintas, Kaisar Hantam Toyota di Depan Tugu Bandara RFH Tanjungpinang

PDP Covid-19 di Bintan Bertambah 2 Orang, Satu Diantaranya Balita, Status Orang Tua ODP

Sementara itu sebelumnya, Kapolres Bintan, AKBP Bambang Sugihartono mengingatkan kepada warga Bintan, khususnya mengenai bahaya karhutla di wilayah Bintan.

"Kita mengimbau kepada warga Bintan jangan membakar hutan dan lahan dengan sembarangan. Sebab pelaku pembakaran juga bisa dikenai sanksi pidana bila melanggar imbauan kepolisian," tuturnya.

Bambang menuturkan, terkait karhutla ada sanksi pidana yang dikenakan jika melanggar aturan yakni 10 tahun penjara dan denda Rp 10 miliar.

"Jadi bagi warga yang melanggar, akan berurusan dengan hukum. Maka dari itu saya ingatkan warga jangan sampai melanggar hukum," ujarnya.

Bambang mengatakan, terkait dengan penanganan karhutla, segala upaya terus dilakukan. Bahkan, beberapa mobil dinas kepolisian disulap untuk menjadi mobil damkar darurat dalam membantu pemadaman kebakaran.

"Semua armada kita kerahkan untuk membantu proses pemadaman. Terpenting, saya mengimbau kepada masyarakat agar tidak sembarangan membakar. Cuaca kita saat ini sedang terik, bahaya," ungkapnya.

Bambang menambahkan, apabila membakar sampah, mohon diperhatikan sampai api benar-benar padam.

"Soalnya saat ini cuaca sedang terik dan angin cukup kencang. Kalau bakar sampah atau apapun harus diawasi agar tidak meluas," tutupnya. (tribunbatam.id/Alfandi Simamora)

Penulis: Alfandi Simamora
Editor: Dewi Haryati
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved