LIGA INGGRIS
Gary Cahill Sebut Antonio Conte Lebih Hebat dari Maurizio Sarri Saat Latih Chelsea, Ini Alasannya
"Sulit untuk menghormati keputusan Sarri. Dia juga tidak banyak memberi nasihat. Saya tidak pernah mendapat kesempatan membuktikan diri," ujar Cahill
TRIBUNBATAM.id, LONDON - Mantan pemain Chelsean Gary Cahill pernah merasakan dilatih Antonio Conte dan Maurizio Sarri.
Meski sama-sama menghadirkan gelar juara di Chelsea, mantan Kapten The Blues itu merasakan ada perbedaan mencolok di antara keduanya.
Gary Cahill yang kini bermain untuk Crystal Palace, menilai kualitas Antonio Conte berada jauh di atas pelatih The Blues, Maurizio Sarri.
• Lelang Jersey Pemain Sepakbola Putri Indonesia Sukses Kumpulkan Uang Rp 61.705.000
• Tidak Hanya Fisik, Pelatih Robert Albert Juga Jaga Mood Pemain Agar Selalu dalam Kondisi Bagus
• Saddil Ramdani Tersandung Masalah Hukum, APPI Siap Diajak untuk Diskusi
Saat masih membela Chelsea, Gary Cahill pernah merasakan dilatih Antonio Conte selama dua tahun (2016-2018).
Gary Cahill juga merasakan dilatih di bawah asuhan Maurizio Sarri pada periode 2018-2019.
Meski hanya sebentar, Cahill bisa menilai Antonio Conte lebih baik terutama dalam hal komunikasi ke pemain.
"Conte adalah pelatih hebat. Dia hafal formasi di luar kepala dan semua pemain di lapangan pasti paham dengan perannya. Kalau tidak, Anda tidak bermain," kata Cahill dikutip dari situs Daily Mail.
"Perhatian Conte dan Jose Mourinho terhadap detail tidak pernah luput. Mereka memiliki kepercayaan diri besar, kesombongan dengan cara yang baik," ujar Cahill.
Bersama Conte, Cahill merasakan gelar Liga Inggris dan Piala FA.
Gagal membawa Chelsea lolos ke Liga Champions 2018-2019, Conte dipecat dan langsung digantikan Sarri.
Meski hanya semusim di Chelsea, Sarri sukses mempersembahkan gelar Liga Europa.
Namun, ia banyak mendapat kritik dari pers Inggris dan Sarri juga tidak bisa menahan godaan kembali ke Liga Italia setelah mendapat tawaran dari Juventus.
Kedatangan Sarri memang menjadi malapetaka bagi Gary Cahill karena sang bek langsung kehilangan menit bermain.
• Abaikan Seruan Tetap di Rumah Saat Negara dalam Status Lockdown, Warga Terlihat Ramai ke Taman
• Game Animal Crossing : New Horizon, Game Paling Populer Saat Pandemi Virus Corona
• Daftar Harga Smartphone Samsung di Indonesia Saat Ini, Turun dari Harga Saat Peluncuran
Selama Chelsea dilatih Sarri, Gary Cahill hanya diberi jatah tampil delapan pertandingan di semua kompetisi.
Mengenang hal itu, Gary Cahill menilai Sarri sangat buruk dalam berkomunikasi kepada pemain.
Cahill mengaku tidak pernah mendapat penjelasan dari Sarri soal kurangnya jatah bermain.
"Sarri hanya tertarik dengan taktiknya. Jujur, hubungan saya dengan Sarri sudah berakhir sejak pertengahan musim," kata Cahill.
"Sulit untuk menghormati keputusan Sarri. Dia juga tidak banyak memberi nasihat. Saya tidak pernah mendapat kesempatan membuktikan diri," ujar Cahill.
Kurangnya jatah bermain membuat Chelsea memutuskan tidak memperpanjang kontrak Gary Cahill akhir musim lalu.
Kedatangan Frank Lampard yang merupakan mantan rekan satu tim Cahill juga tidak bisa menyelamatkan masa depannya di Chelsea.
Gary Cahill pada akhirnya memutuskan pindah ke tim asal London lainnya, Crystal Palace, dengan status bebas transfer.
\\
\\
\\