Kamis (9/4) siang beredar potongan informasi di aplikasi percakapan instan, WhatsApp, dan platform sosial media dengan potongan narasi seperti ini;
“URGENT"
Krn dlm 3 hari kedepan Arus angin dari Utara ke arah Selatan yg
Tolong diinformasikan kpd teman2 yg tdk ada di grup ini...
.
BMKG: Angin Utara 3 Hari (10-13 April 2020) Bawa Wabah Covid-19 Adalah Hoax
sebagian besar sirkulasi angin di wilayah Nusantara tidak lagi di dominasi angin dari utara (dari Benua Asia), ke selatan.
BMKG: Angin Utara 3 Hari Terakhir Bawa Wabah Covid-19 adalah HOAX
TRIBUN-BATAM.id, BATAM — Otoritas prakiraan cuaca dan iklim pemerintah Indonesia, BMKG, menegaskan kabar viral di aplikasi media sosial bahwa “Angin Utara menuju selatan 3 hari Terakhir (10 hingga 13 April) membawa wabah corona virus disease (CoViD-19) adalah kabar palsu (hoax) dan bukan dari pihaknya.
Demikian disampaikan Pelaksana Tugas (plt) Deputi Bidang Meteorologi Badan Metrologi dan Geofisika (BMKG) Drs Herizal, MSi dalam siaran pers yang diterima Tribun, Kamis (9/4) malam.
“.. Kami pastikan itu bukan berasal dari BMKG dan isi informasi tersebut hoax serta tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.,” ujarnya.
• BMKG Sebut Cuaca dan Iklim Pengaruhi Perkembangan Covid-19, Ini Penjelasannya
• Benarkah Cuaca Panas Dapat Mematikan Virus Corona? Berikut Hasil Kajian BMKG dan UGM
Dia menjelaskan, kini sebagian besar wilayah Indonesia sedang berada pada peralihan musim hujan menuju musim kemarau.
Memang masih ada hembusan angin utara (laut China dan Pasifik) ke selatan, arah Samudera Indonesia.
Namun sebagian besar sirkulasi angin di wilayah Nusantara tidak lagi di dominasi angin dari utara (dari Benua Asia), ke selatan.
Bahkan, tambahnya, beberapa wilayah di bagian selatan Indonesia (Jawa, Nusa Tenggara, Maluku, Bali, Sulawesi Tenggara dan Selatan) kini sudah mulai berhembus angin dari timur - selatan (dari Benua Australia). Ini pertanda awal kemarau sudah mulai datang.
Sejak Kamis (9/4) siang beredar potongan informasi di aplikasi percakapan instan, WhatsApp, dan platform sosial media dengan potongan narasi seperti ini;
Dalam perkembangan lain, Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 mencatat kasus positif penyakit yang disebabkan virus corona jenis baru di Indonesia, pada Kamis (09/04/2020) bertambah 337 kasus.
Hal itu membuat total kasus positif menjadi 3.293 kasus dan 252 pasien sembuh serta 280 orang meninggal dunia.
"Gambaran ini sangat menyedihkan untuk kita, karena kita tahu bahwa penularan di luar masih terus berlangsung," kata Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto saat konferensi pers Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 di Graha BNPB, Jakarta.
Berdasarkan pencatatan data sejak Rabu (08/04/2020) pukul 12.00 WIB, hingga Kamis pukul 12.00 WIB, pasien sembuh bertambah 30 orang, serta pasien meninggal dunia bertambah 40 kasus.
Sebelumnya pada Rabu tercatat 2.956 kasus positif COVID-19, 222 orang dinyatakan sembuh setelah dites negatif dua kali dan 240 orang meninggal dunia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/angin-utara_bmkg_cuaca_iklim.jpg)