TRIBUN WIKI
Lebih Sering Menyerang Pria, Kenali Gejala, Penyebab dan Faktor Risiko Kanker Esofagus
Kanker esofagus adalah pertumbuhan sel ganas yang terjadi di kerongkongan. Kanker ini lebih sering menyerang laki-laki.
TRIBUNBATAM.id - Sebagai salah satu penyebab kematian tertinggi di dunia, kanker bisa menyerang hampir seluruh bagian tubuh manusia.
Salah satunya yakni di bagian kerongkongan.
Kanker esofagus merupakan penyakit yang disebabkan oleh pertumbuhan sel ganas yang terjadi di kerongkongan (esofagus).
Esofagus sendiri merupakan saluran yang mengalirkan makanan dari mulut ke lambung.
Kanker esofagus pertama kali muncul di lapisan dalam esofagus (mukosa) dan berkembang ke bagian luar (melewati submukosa dan lapisan oto esofagus).
Sel kanker esofagus ini juga dapat menyebar ke bagian tubuh lainnya seperti kelenjar limfa, pembuluh darah, paru-paru dan lambung.
Diketahui, kanker esofagus ini telah menempati urutan ke-9 jenis kanker yang sering terjadi.
Penyakit kanker esofagus ini banyak menyerang pasien berjenis kelamin laki-laki.
Selain itu, penyakit kanker esofagus ini juga biasa terjadi pada pasien berusia lanjut.
Terdapat dua jenis kanker esofagus berdasarkan tipe sel, yaitu sel kanker skuamosa dan adenokarsinoma.
Sel kanker skuamosa terjadi ketika kanker bermula pada bagian sel yang tipis dan datar di sepanjang permukaan esofagus bagian atas atau tengah.
Gejala
Kanker esofagus jarang menimbulkan gejala pada saat awal kemunculannya.
Berikut gejala-gejala kanker esofagus yang dapat diperhatikan sebagaimana melansir Tribunnews Wiki :
1. Nyeri ulu hati
2. Nyeri di tenggorokan atau di belakang tulang dada
3. Batuk kronis yang terjadi terus menerus
4. Sulit menelan (disfagia)
5. Penurunan berat badan secara drastis
6. Batuk berdarah atau muntah darah
7. BAB berdarah
Faktor Risiko
1. Mempunyai riwayat penyakit refluks gastro-esofagus (gastroesophageal reflux disease/GERD) (4)
2. Memiliki riwayat kondisi kerusakan esofagus akibat GERD
3. Mempunyai riwayat achalasia, kondisi otot pada bagian bawah esofagus tidak dapat merelaksasi dengan sempurna
4. Merokok
5. Obesitas
6. Sering konsumsi alkohol
7. Kebiasaan mengkonsumsi minuman panas
8. Kurang konsumsi buah dan sayuran
Diagnosis
Pemeriksaan kanker esofagus meliputi:
Endoskopi, dilakukan untuk mengetahui terjadinya iritasi atau keberadaan kanker pada saluran esofagus. (5)
Foto rontgen, dalam pemeriksaan ini pasian diminta meminum zat pewarna (kontras), sehingga saluran esofagus terlihat jelas.
Biopsi, dalam pemeriksaan ini dokter akan mengambil sampel jaringan kerongkongan untuk diperiksa di laboratorium agar dapat mengetahui keberadaan sel kanker.
Pencegahan
Berikut langkah-langkah mencegah kanker esofagus dan menurunkan risiko:
1. Membatasi konsumsi alkohol
2. Berhenti merokok
3. Memperbanyak konsumsi makanan tinggi serat
4. Menjaga berat badan yang ideal
Pengobatan
Jenis-jenis pengobatan kanker esofagus:
- Operasi
Pengobatan ini untuk mengangkat jaringan kanker yang kecil, sebagian esofagus yang terkena kanker atau yang berada di bagian atas lambung.
- Kemoterapi
Pengobatan ini memberikan obat-obatan untuk membunuh sel kanker.
Namun, kemoterapi dapat menyebabkan sejumlah efek samping seperti mual, berat badan turun, diare, kelelahan, tidak nafsu makan.
- Radioterapi
Terapi ini dilakukan dengan menggunakan sinar khusus untuk membunuh sel kanker.
Radioterapi dilakukan setiap hari, selama 2-6 minggu.
Efek sampingnya pasien akan merasakan kulit seperti terbakar dan sulit menelan. (TRIBUNBATAM.id/WIDI WAHYUNINGTYAS)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/ilustrasi-sel-kanker_20170904_083749.jpg)