Kamis, 16 April 2026

TRIBUN WIKI

Wanita Lebih Rentan Terkena Depresi, Kenali Penyebab Gejala dan Cara Menanganinya

Depresi (gangguan depresi mayor) adalah penyakit yang memberikan pengaruh negatif pada perasaan, cara berpikir, dan cara bertindak dari seseorang.

Editor: Eko Setiawan
National Geographic
Ilustrasi depresi 

TRIBUNBATAM.id - Mengalami masalah berat membuat seseorang mengalami depresi.

Depresi (gangguan depresi mayor) adalah penyakit yang memberikan pengaruh negatif pada perasaan, cara berpikir, dan cara bertindak dari seseorang.

Akibatnya, seseorang akan merasa sedih atau kehilangan minat pada aktivitas yang pernah dinikmati.

Depresi dapat menyebabkan berbagai masalah emosional dan fisik serta menurunkan kemampuan seseorang untuk beraktivitas dengan baik ketika di kantor maupun di rumah.

Depresi diperkirakan terjadi pada satu dari 15 orang dewasa (6,7%), serta satu dari enam orang (16,6%) akan mengalami depresi pada suatu saat dalam hidup mereka.

Depresi dapat menyerang kapan saja, tetapi rata-rata, pertama kali muncul pada akhir remaja hingga pertengahan 20-an.

Wanita lebih cenderung mengalami depresi daripada pria.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa sepertiga wanita akan mengalami saat-saat depresi besar dalam hidup mereka.

Bentuk depresi

Berikut bentuk-bentuk depresi sebagaimana melansir Tribunnews Wiki :

1. Gangguan depresi persisten (dysthymia) adalah depresi yang berlangsung selama setidaknya dua tahun.

Seseorang yang didiagnosis mengalami gangguan depresi persisten mungkin memiliki saat-saat depresi berat bersamaan dengan periode gejala yang kurang parah.

Namun, gejalanya harus berlangsung selama dua tahun untuk dianggap sebagai gangguan depresi persisten.

2. Depresi pascapersalinan jauh lebih serius daripada "baby blues" (gejala depresi dan kecemasan yang relatif ringan yang biasanya hilang dalam dua minggu setelah melahirkan) yang dialami banyak wanita setelah melahirkan.

Wanita dengan depresi pascapersalinan mengalami depresi berat selama kehamilan atau setelah melahirkan (depresi pascapersalinan).

Sumber: TribunnewsWiki
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved