Breaking News:

BATAM TERKINI

Dibawa ke Pangkalan PSDKP Batam, Kapal Pengawas KKP Tangkap KIA di Perairan Selat Malaka

Kapal Pengawas Perikanan Hiu 03 berhasil melumpuhkan Kapal Motor SLFA 4429 dan Kapal Motor SLFA 2030.

Penulis: Rebekha Ashari Diana Putri | Editor: Septyan Mulia Rohman
TribunBatam.id/Istimewa/Humas Ditjen PSDKP RI Diding Sutardi
Kapal Ikan Asing (KIA) yang ditangkap oleh kapal pengawas perikanan KKP Republik Indonesia. Lima kapal ikan asing berbendera Malaysia ditangkap saat beroperasi di Laut Utara, Minggu (12/4/2020). 

TRIBUNBATAM.id, JAKARTA - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan kembali menangkap pelaku pencurian ikan di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPP-NRI) 571 di Selat Malaka, Senin, (13/4/2020).

24 jam sebelumnya, KKP juga melakukan penangkapan lima Kapal Ikan Asing (KIA) ilegal di Laut Natuna Utara dan Laut Sula.

Rentetan penangkapan KIA pelaku illegal fishing ini merupakan pembuktian bahwa di era Menteri Edhy Prabowo, KKP tetap konsisten dalam melindungi sumber daya laut Indonesia meski ditengah pandemi.

”Kami mengkonfirmasi penangkapan yang dilakukan oleh Kapal Pengawas Perikanan KKP terhadap tiga KIA ilegal berbendera Malaysia pada hari Minggu (12/4) di WPP-NRI 571-Selat Malaka”, ungkap Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo dalam keterangan yang diterima TribunBatam.id, Senin (13/4/2020).

Edhy menjelaskan bahwa penangkapan tersebut dilakukan oleh Kapal Pengawas Perikanan Hiu 03 yang dinakhodai oleh Capt. Ardiansyah dan Kapal Pengawas Perikanan Hiu 04 yang dinakhodai oleh Capt. Rusdianto.

Kapal Pengawas Perikanan Hiu 03 berhasil melumpuhkan Kapal Motor SLFA 4429 dan Kapal Motor SLFA 2030. Sedangkan Kapal Motor PK.3853 F dilumpuhkan oleh Kapal Pengawas Perikanan Hiu 04.

”Ketiga kapal berbendera Malaysia tersebut melakukan kegiatan penangkapan ikan secara ilegal di WPP-NRI tanpa dilengkapi dengan dokumen perikanan sebagaimana ketentuan. Selain itu kapal-kapal tersebut juga mengoperasikan alat penangkapan ikan trawl," ujar Edhy.

Bersama tiga KIA illegal tersebut, Kapal Pengawas Perikanan KKP juga mengamankan 14 awak kapal yang seluruhnya berkewarganegaraan Myanmar.

Untuk proses hukum lebih lanjut, ketiga kapal perikanan tersebut selanjutnya akan di ad hoc ke Pangkalan PSDKP Batam.

Edhy memastikan bahwa penangkapan yang dilakukan oleh Kapal Pengawas Perikanan tersebut sudah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, termasuk Memorandum of Understanding (MoU) on Common Guideline antara Pemerintah Indonesia dan Malaysia.

Halaman
12
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved