VIRUS CORONA DI BATAM
15.099 Pekerja dari 309 Perusahaan di Batam Terdampak Virus Corona, 598 Terkena PHK
Rudi memperkirakan jumlah tersebut akan terus bertambah, karena saat ini belum semua perusahaan melaporkan kondisi perusahaanya karena dampak Covid-19
TRIBUNBATAM.id, BATAM - Sebanyak 15.099 pekerja dari 309 perusahaan di Kota Batam, Provinsi Kepri terdampak virus Corona.
Dari total jumlah itu, 598 pekerja di antaranya terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).
Ini berdasarkan data yang diterima Dinas Tnaga Kerja (Disnaker) Batam Selasa (14/4/2020) hingga pukul 11 siang.
"Kami terus mendata perusahaan dan pekerja yang terdampak virus Corona di Kota Batam dengan melaporkan melalui email yang sudah diberikan kepada perusahaan," ujar Kepala Disnaker Kota Batam, Rudi Syakyakirti, Selasa (14/4/2020).
Ia mengungkapkan, sebanyak 9 perusahaan tutup sementara. Kemudian 12 perusahaan tercatat melakukan PHK.
Sejumlah perusahaan juga mengurangi jam kerja terhadap 9.015 orang dan merumahkan 2.644 karyawan, serta 2.842 pekerja cuti tidak dibayar.
Rudi memperkirakan jumlah tersebut akan terus bertambah, karena saat ini belum semua perusahaan melaporkan kondisi perusahaanya karena dampak Covid-19.
Disnaker Kota Batam saat ini terus menghimpun data terkait jumlah pekerja dan perusahaan yang kena dampak Covid-19.
Sebelumnya telah ada surat edaran dari Kementerian Tenaga Kerja nomor M/3/HK.04/III/2020 terkait perlindungan pekerja dan keberlangsungan usaha dalam rangka pencegahan Covid-19.
Dalam surat tersebut prosedur pengambilan opsi diambil melalui jalur kesepakatan antara pekerja dan pengusaha.
“Jadi kesepakatan. Karena mempertimbangkan keberlangsungan usaha juga. Jadi jangan sampai ada yang rugi,” ujarnya.
• Deputy Mayor of Tanjungpinang Asks Prayer to the Society for the Recovery of Mayor Syahrul
• PASIEN Positif Covid-19 Batam Tambah 2 Orang, Kadinkes Ingatkan Ancaman Transmisi Lokal
Rudi menilai kondisi seperti ini dialami semua daerah Indonesia, bahkan dunia. Karena wabah Covid-19 beberapa sektor kena imbasnya, apalagi sektor pariwisata.
Menurutnya, jumlah karyawan yang terdampak bisa jadi bertambah, sebab belum semua perusahaan yang melaporkan data perusahaan mereka.
"Semoga kondisi cepat pulih dan semua sektor ini kembali bergerak,” harapnya,” katanya.(TribunBatam.id/Roma Uly Sianturi)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/kadisnaker-batam_20180905_115020.jpg)