VIRUS CORONA DI KEPRI
Isdianto Terima Bantuan APD dari PT BAI, Optimis Kepri Bisa Pulih dari Dampak Virus Corona
Usai menerima bantuan, Isdianto mengarahkan Sekretariat Tim Gugus Tugas untuk mendata jumlah APD yang dimiliki untuk diserahkan ke sejumlah wilayah.
Penulis: Thom Limahekin | Editor: Septyan Mulia Rohman
"Bantuan APD lainnya juga telah diberikan oleh berbagai pihak semisal organisasi yang dibina Rudy Chua, anggota DPRD Kepri daerah pemilihan Tanjungpinang, dan Pemerintah Singapura melalui Konsulat Jenderal Singapura di Batam," kata Tjetjep.
Pemerintah Singapura memberi bantuan berupa dua alat PCR dan 20.000 unit "test kit" Covid-19 untuk Provinsi Kepri. Bantuan itu sangat berarti bagi pemerintah, tim medis dan masyarakat Kepri untuk mengetahui secara cepat dan tepat status pasien yang dirawat di rumah sakit rujukan Covid-19.
Setelah ada alat ini, maka Balai Teknik Kesehatan Lingkungan Pengendalian Penyakit (BTKLPP) pada Kemenkes di Batam akan lebih cepat bekerja mengetahui hasil swab pasien.
Menurut Tjetjep, bantuan dari berbagai elemen masyarakat sangat dibutuhkan saat ini. Karena itu, pemerintah mengharapkan semua pihak bahu-membahu dalam mempercepat penanganan Covid-19 di Kepri.
"Pemerintah Kepri memberi apresiasi kepada berbagai elemen masyarakat, termasuk para relawan yang secara suka rela membantu tim medis. Ini kegiatan sosial yang luar biasa," tegas Tjetjep.
Pengadaan 5 Ribu APD dari Pemprov Kepri
Ketersediaan Alat Pelindung Diri (APD) bagi tenaga medis yang menangani pasien virus Corona masih menjadi kendala di Provinsi Kepri.
Mengantisipasi jumlahnya yang minim, Plt Gubernur Kepri menginstruksikan pengadaan 5 ribu APD untuk memenuhi kebutuhan tenaga medis yang berjibaku menangani pasien Covid-19 itu.
"Pak Gubernur sudah menginstruksikan untuk mengadakan 5 ribu APD. Sudah ada garmen yang mau memproduksi itu," ucap Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepri, Tjetjep Yudiana, Kamis (2/4/2020).
Tjetjep mengungkapkan, perlengkapan APD yang paling sullit dicari di antaranya kacamata (googles), helm pelindung wajah, penutup kepala, sarung tangan berikut sepatu boots untuk memenuhi kelengkapan tenaga medis ini.
Ia mencontohkan bantuan 2 ribu APD dari BNPB dimana Provinsi Kepri hanya pakaian saja. Sementara perlengkapan pendukung lainnya seperti kecamata, sarung tangan, pelindung kepala dan lainnya tidak didapatkan.
Dengan kekurangan sejumlah peralatan pendukung APD itu, membuat tenaga medis kreatif dan menutupi kekurangan-kekurangan APD yang ada.
"Akhirnya tenaga medis kreatif seperti membuat penutup kepala sendiri membuat pelindung wajah seadanya," sebut Tjetjep.
Tjetjep mengatakan, dalam rapat melalui video conference lintas kementerian, Plt Gubernur Kepri Isdianto ditantang secepatnya mengajukan kekurangan APD seperti googles, penutup wajah, pelindung kepala ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
"Kami sudah membuat surat pengajuan untuk kebutuhan yang diperlukan tenaga medis dan Segera mengajukan dan pasti akan di bantu," ujar Tjetjep.