VIRUS CORONA DI KEPRI
Isdianto Terima Bantuan APD dari PT BAI, Optimis Kepri Bisa Pulih dari Dampak Virus Corona
Usai menerima bantuan, Isdianto mengarahkan Sekretariat Tim Gugus Tugas untuk mendata jumlah APD yang dimiliki untuk diserahkan ke sejumlah wilayah.
Penulis: Thom Limahekin | Editor: Septyan Mulia Rohman
TRIBUNBATAM.id, TANJUNGPINANG - Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Kepulauan Riau mendapat bantuan Alat Pelindung Diri (APD) sebanyak 1.500 pcs dan masker sebanyak 100 ribu pcs dari PT Bintan Alumina Indonesia (BAI).
Bantuan tersebut secara simbolis di terima Plt Gubernur Kepri H. Isdianto selaku Ketua Tim Gugus Tugas bertempat di Rupatama Lantai 4, Kantor Gubernur, Pulau Dompak, Tanjungpinang, Selasa (14/4/2020) petang kemarin.
Isdianto mengucapkan terima kasih atas bantuan yang datang tersebut. Semua pihak dari semua kalangan dinilai Isdianto sangat berperan besar untuk ikut menangani permasalahan Covid-19 di Provinsi Kepri agar semakin mereda dan hilang.
"Jika kita bersama, bersatu, saling bahu-membahu dalam menangani Covid-19 ini, Insya Allah Kepri segera pulih dan keadaan bisa kembali normal seperti biasanya," kata Isdianto.
Apalagi Keberadaan Masker dan Alat Pelindung Diri (APD) menurut Isdianto menjadi kebutuhan yang paling penting saat ini baik bagi masyarakat umum juga bagi para tenaga medis.
Meskipun berbagai upaya dalam meminimalisir penyebaran tersebut terus dilakukan, salah satunya dengan menjaga jarak dan tetap berada dirumah, namun untuk hal yang sangat mendesak seperti berbelanja kebutuhan sehari-hari yang mengharuskan berpergian adalah dengan menggunakan masker.
"Yang paling penting adalah upaya kita bersama untuk memutus mata rantai penyebaran," lanjutnya.
Usai menerima bantuan tersebut, Isdianto langsung mengerahkan Sekretariat Tim Gugus Tugas untuk mendata jumlah ketersediaan yang dimiliki serta mendata penyebaran bantuan yang akan diserahkan ke kabupaten dan kota.
"Kami terus mendata jumlah ketersediaan dan kebutuhan bantuan APD dan masker ini. Kami terus menyalurkannya ke kabupaten dan kota agar kebutuhan masyarakat dan tenaga medis dapat terpenuhi," ucapnya.
Hadir dalam penyerahan tersebut Sekdaprov Kepri TS Arif Fadillah, Plt. Asisten Bidang Pemerintahan Raja Ariza, Asisten Bidang Perekonomian Syamsul Bahrum dan Direktur PT. Bintan Alumina Indonesia (BAI) Santoni beserta rombongan lainnya.
Distribusi 5.500 APD Bantuan Pemerintah Pusat
Pemerintah pusat mendistribusikan 5.500 unit Alat Pelindung Diri (APD) untuk tim medis di sejumlah rumah sakit yang melayani pasien Covid-19 di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).
Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kepri, Tjetjep Yudiana mengatakan, 5.500 APD itu telah didistribusikan untuk Rumah Sakit Galang, Batam sebanyak 2.000 unit, rumah sakit rujukan pasien Covid-19 di Batam sebanyak 2.000 unit APD, 1.000 unit APD untuk Rumah Sakit Umum Provinsi Kepri dan 500 unit APD untuk Korem 033/Wirapratama.
• Penyebaran Covid-19 Lewat Transmisi Lokal Ancam Batam, Simak 3 Langkah Untuk Mengatasinya
• Suasana Hari Pertama Sekolah di China Setelah Pandemi Covid-19 Berakhir, Pelajar: Saya Senang!
"Sementara untuk daerah lainnya di Kepri akan didistribusikan dalam waktu dekat oleh pemerintah pusat," ungkap Tjetjep melalui rilis yang dikirim Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kepri, Sabtu (4/4/2020).
Tjetjep menjelaskan bantuan APD itu sangat penting untuk mendukung kinerja tim medis di rumah sakit rujukan yang melayani pasien Covid-19. Sebelumnya, pemerintah pusat telah memberi bantuan sebanyak 2.000 unit APD untuk Kepri. Bantuan ini sudah didistribusikan ke rumah sakit rujukan dan rumah sakit lainnya yang melayani pasien Covid-19.
"Bantuan APD lainnya juga telah diberikan oleh berbagai pihak semisal organisasi yang dibina Rudy Chua, anggota DPRD Kepri daerah pemilihan Tanjungpinang, dan Pemerintah Singapura melalui Konsulat Jenderal Singapura di Batam," kata Tjetjep.
Pemerintah Singapura memberi bantuan berupa dua alat PCR dan 20.000 unit "test kit" Covid-19 untuk Provinsi Kepri. Bantuan itu sangat berarti bagi pemerintah, tim medis dan masyarakat Kepri untuk mengetahui secara cepat dan tepat status pasien yang dirawat di rumah sakit rujukan Covid-19.
Setelah ada alat ini, maka Balai Teknik Kesehatan Lingkungan Pengendalian Penyakit (BTKLPP) pada Kemenkes di Batam akan lebih cepat bekerja mengetahui hasil swab pasien.
Menurut Tjetjep, bantuan dari berbagai elemen masyarakat sangat dibutuhkan saat ini. Karena itu, pemerintah mengharapkan semua pihak bahu-membahu dalam mempercepat penanganan Covid-19 di Kepri.
"Pemerintah Kepri memberi apresiasi kepada berbagai elemen masyarakat, termasuk para relawan yang secara suka rela membantu tim medis. Ini kegiatan sosial yang luar biasa," tegas Tjetjep.
Pengadaan 5 Ribu APD dari Pemprov Kepri
Ketersediaan Alat Pelindung Diri (APD) bagi tenaga medis yang menangani pasien virus Corona masih menjadi kendala di Provinsi Kepri.
Mengantisipasi jumlahnya yang minim, Plt Gubernur Kepri menginstruksikan pengadaan 5 ribu APD untuk memenuhi kebutuhan tenaga medis yang berjibaku menangani pasien Covid-19 itu.
"Pak Gubernur sudah menginstruksikan untuk mengadakan 5 ribu APD. Sudah ada garmen yang mau memproduksi itu," ucap Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepri, Tjetjep Yudiana, Kamis (2/4/2020).
Tjetjep mengungkapkan, perlengkapan APD yang paling sullit dicari di antaranya kacamata (googles), helm pelindung wajah, penutup kepala, sarung tangan berikut sepatu boots untuk memenuhi kelengkapan tenaga medis ini.
Ia mencontohkan bantuan 2 ribu APD dari BNPB dimana Provinsi Kepri hanya pakaian saja. Sementara perlengkapan pendukung lainnya seperti kecamata, sarung tangan, pelindung kepala dan lainnya tidak didapatkan.
Dengan kekurangan sejumlah peralatan pendukung APD itu, membuat tenaga medis kreatif dan menutupi kekurangan-kekurangan APD yang ada.
"Akhirnya tenaga medis kreatif seperti membuat penutup kepala sendiri membuat pelindung wajah seadanya," sebut Tjetjep.
Tjetjep mengatakan, dalam rapat melalui video conference lintas kementerian, Plt Gubernur Kepri Isdianto ditantang secepatnya mengajukan kekurangan APD seperti googles, penutup wajah, pelindung kepala ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
"Kami sudah membuat surat pengajuan untuk kebutuhan yang diperlukan tenaga medis dan Segera mengajukan dan pasti akan di bantu," ujar Tjetjep.
Disaat merebaknya Pandemi Covid-19 (Corona Virus) di Indonesia muncul masalah baru yaitu kurangnya ketersediaan Alat pelindung diri (APD) untuk digunakan tenaga medis dalam menjalankan tugas menangani pasien covid-19.
• Yuanita Christiani Ulang Tahun ke-34, Anggap Anak Pertama Sebagai Kado Spesial dari Tuhan
• GEGARA Ngeyel ke Pasar Tak Pakai Masker, 36 Warga Belakangpadang Batam Dijemur di Lapangan
Berbagai cara dan upaya terus dilakukan oleh pihak terkait untuk memenuhi kebutuhan APD.
Seperti di beberapa daerah, Pemerintah daerah mengoptimalkan usaha mikro kecil menengah (UMKM) untuk memproduksi APD yang saat ini tengah ramai dikeluhkan.
Kementerian perindustrian dan Kesehatan juga saling bergandengan untuk memberdayakan UMKM serta memberikan lisensi kepada UMKM tersebut untuk memproduksi APD.(*/TribunBatam.id/Thom Limahekin)