Minggu, 12 April 2026

VIRUS CORONA

Virus Corona Disebut Tak Cuma Merusak Paru-paru, Tetapi Bisa Menyerang Jatung, Ginjal, dan Hati

Para profesional medis di seluruh dunia melihat bukti yang menunjukkan Covid-19 dapat menyebabkan banyak penyakit.

|
ISTIMEWA
Gambar mikroskop elektron transmisi menunjukkan virus corona SARS-CoV-2, juga dikenal sebagai 2019-nCoV, virus coronavirus yang menyebabkan COVID-19 

TRIBUNBATAM.id, WASHINGTON- Penyebaran virus Corona terus terjadi di Indonesia.

Hal itu terlihat dari terusnya bertambah pasien positif Covid-19 yang ditangani.

Virus corona merupakan virus yang menyerang saluran pernapasan seperti paru-paru.

Tak hanya menghancurkan paru-paru, virus corona juga dapat merusak jantung, ginjal dan hati.

Para profesional medis di seluruh dunia melihat bukti yang menunjukkan Covid-19 dapat menyebabkan banyak penyakit.

Termasuk peradangan jantung, penyakit ginjal akut, kerusakan neurologis, pembekuan darah, kerusakan usus dan masalah hati, seperti dilansir The Washington Post.
Menurut Alan Kliger, seorang nephrolog di Yale School of Medicine, hampir setengah pasien Covid-19 yang dirawat menunjukkan kerusakan dini pada ginjal mereka.

Data awal juga menunjukkan bahwa 14 hingga 30 persen pasien ICU di New York dan Wuhan, tempat di mana virus itu berasal telah kehilangan fungsi ginjal.

Kliger mengatakan pasien tersebut bahkan melakukan terapi cuci darah untuk ginjalnya secara terus menerus.

"Sebagian besar orang memiliki masalah ini. Ini hal yang baru bagi saya," kata Kliger.

"Saya pikir sangat mungkin virus menempel pada sel-sel ginjal dan menyerang mereka," lanjutnya.

Tak hanya menyerang ginjal, virus corona atau Covid-19 juga dapat membahayakan jantung.

Seorang dokter di China dan New York melaporkan terdapat peradangan otot jantung dan irama jantung yang tidak teratur.

Sehingga dapat menyebabkan henti jantung pada pasien Covid-19.

"Sebelumnya mereka memiliki status pernafasan yang baik, namun kemudian tiba-tiba mereka memiliki masalah jantung yang tampaknya tidak sebanding dengan masalah pernapasan mereka," kata Mitchell Elkind, ahli saraf Universitas Columbia dan presiden terpilih dari American Heart Asosiasi.

"Ini tampaknya tidak sebanding dengan penyakit paru-paru mereka, yang membuat orang bertanya-tanya tentang efek langsung itu." jelasnya.

Sumber: TribunnewsWiki
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved