Rabu, 8 April 2026

VIRUS CORONA DI ANAMBAS

Diminta Karantina, Keluarga Pasien Suspect Covid-19 di Anambas Malah Keluar Rumah

Tim gugus tugas penanggulangan Covid-19 yang dipimpin oleh Sekretaris Daerah Sahtiar, SH., MM mendatangi rumah istri pasien yang diduga terpapar Covid

TRIBUNBATAM.ID/ISTIMEWA
Sekretaris Daerah Kepulauan Anambas, Sahtiar, SH.MM 

TRIBUNBATAM.id, ANAMBAS - Tim gugus tugas penanggulangan Covid-19 yang dipimpin oleh Sekretaris Daerah Sahtiar, SH., MM mendatangi rumah istri pasien yang hasil rapid test reaktif Covid-19.

Akibat kedapatan masih keluar rumah dan tidak mengindahkan himbauan dari pihak tim gugus tugas penanggulangan Covid-19.

Sebelumnya tim gugus tugas Penanggulangan Covid-19 menganjurkan istri dan anak pasien inisial DT tersebut untuk isolasi mandiri selama 14 hari.

"Jika ada keperluan yang masih bisa ditangani oleh tim gugus, pihak kami akan membantu, seperti kebutuhan belanja ke pasar, segala kebutuhan mereka akan kami yang tanggung selama mereka isolasi mandiri, jadi saya harap jangan keluar rumah dulu," ujar Sahtiar, Minggu (19/4/2020).

Sahtiar langsung mengatakan dengan tegas di depan rumah keluarga pasien tersebut ini merupakan peringatan pertama dan terakhir kalinya.

Bila keluarga pasien masih berani keluar rumah sampai selesai isolasi mandiri pihaknya akan mengambil langkah tegas.

"Saya mohon untuk dimengerti ya bu, kita tidak ingin hal seperti diluar sana terjadi di wilay kita, sebab daerah kita seperti ini," jelasnya.

Sementara itu Kepala Desa Sri Tanjung Panglek juga turut hadir, ia sempat mengeluhkan perilaku istri pasien tersebut.

"Saya secara pribadi juga akan ikut membantu kebutuhan mereka seperti makanan," sebutnya.

Reaktif Rapid Test

Seorang warga Kabupaten Kepulauan Anambas dicurigai suspect Covid-19. Warga berinisial T (56) itu lantas dibawa ke RSUP Ahmad Tabib Tanjungpinang, Jumat (17/4/2020) sekira pukul 5.05 Wib menggunakan kapal Anambas 6.

Tim Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 Kepulauan Anambas, Sahtiar mengatakan, terkait satu pasien suspect Covid-19 ini, dia meminta masyarakat Anambas agar jangan panik dan jangan resah.

"Karena memang risiko dalam pencegahan Covid-19 seperti ini yang terjadi. Perlu kita sampaikan bahwa memang benar tadi malam ada pasien dari warga Anambas yang dilakukan pengujian rapid test di RSUD Tarempa," ujar Sekretaris Daerah Kepulauan Anambas, Sahtiar saat menggelar konferensi pers di posko Tim Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19, Jumat.

Sahtiar menceritakan kronologi pasien suspect Covid-19 yang saat ini sedang berada dalam perjalanan menuju ke RSUP Tanjungpinang.

Pasien itu memiliki gejala demam panas, dan saat dilakukan rapid test terhadap yang bersangkutan hasilnya reaktif.

"Reaktif itu belum bisa kita pastikan apakah yang bersangkutan positif ataupun negatif. Sebab kita punya SOP keterkaitan orang yang kita PDP-kan memang harus dirujuk DNA untuk diketahui kepastian negatif atau positif-nya," papar Sahtiar.

Karena itu hasilnya akan diperoleh setelah menunggu 14 hari dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan.(Tribunbatam.id/Rahma Tika)

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved