Breaking News:

VIRUS CORONA

Kasus Virus Corona di Afrika Meningkat, WHO: Afrika Akan Jadi Central Pandemi Covid-19 Selanjutnya

Jumlah kasus infeksi virus Corona di Afrika dikabarkan telah meningkat sebesar 51 persen selama sepekan terakhir. Simak informasi selengkapnya.

Editor: Lia Sisvita Dinatri
kompas.com
Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus/Shutterstock/Alexandros Michailidis 

TRIBUNBATAM.id, JENEWA -  Jumlah kasus infeksi virus Corona di Afrika dikabarkan telah meningkat sebesar 51 persen selama sepekan terakhir. 

Hal ini berdasarkan rilis dari Badan Kesehatan Dunia (WHO), sebagaimana yang dilansir melalui Euro News. 

Alasan data itulah yang kemudian diyakini WHO bahwa Afrika akan menjadi pusat wabah virus Corona setelah Eropa.

Menurut Direktur Jenderal WHO, Dr Tedros Adhanom Ghebreyesus pada Jumat (17/4/2020) jumlah kematian di Afrika yang dilaporkan naik 60 persen selama periode yang sama tetapi angka sebenarnya kemungkinan bahkan lebih tinggi daripada yang dilaporkan.  

Dr Tedros juga menyampaikan keprihatinan di sekitar pasar basah (wet market), pasar di seluruh Asia di mana hewan hidup dan satwa liar sering dijual untuk makanan.

Meskipun asal Covid-19, penyakit yang disebabkan oleh virus Corona, masih belum diidentifikasi, banyak ilmuwan mencurigai virus itu menular ke manusia dari hewan di pasar basah di Wuhan, China. 

Dr Tedros mengatakan pasar adalah "sumber penting untuk makanan dan mata pencaharian bagi jutaan orang" tetapi merekomendasikan mereka hanya dibuka kembali dengan syarat mereka memenuhi standar keamanan pangan dan kebersihan yang ketat. 

Lagos adalah kota terbesar di Afrika dan pihak berwenang telah berjuang untuk mengelola banyak orang di tengah lockdown akibat virus corona di Nigeria.

Mile 12, pasar makanan terbesar yang tahan lama di megacity, pada Jumat kemarin penuh dengan pedagang dan pembeli yang menyusuri jalan sempit yang dikelilingi oleh keranjang besar tomat, dengan sedikit jarak sosial (social distancing) yang terlihat.

Femi Odusanya, konsultan untuk asosiasi pasar, mengatakan tantangan itu "sangat besar," dan menyerukan pemerintah untuk melakukan lebih banyak untuk memastikan bahwa mereka menjaga orang-orang tetap aman dan di rumah. 

Di bawah inisiatif pemerintah, manajemen telah mendirikan pasar pengganti cabang di Ogudu, dalam upaya untuk mengurangi keramaian dengan membawa hasil panen lebih dekat ke masyarakat yang mereka layani.

Tetapi karena keputusasaan meningkat, truk-truk pengantar diserang, barang-barang makanan dicuri dan van pun dirusak.

Bagi orang miskin di Lagos, prioritasnya adalah membawa makanan ke meja makan.

"Orang-orang harus makan. Saya sangat percaya bahwa kelaparan jauh lebih berbahaya daripada virus corona sehingga kita harus melakukan yang terbaik untuk memastikan orang mendapatkan makanan untuk dimakan," kata ketua asosiasi pasar, Shehu Usman. * 

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "WHO Sebut Afrika Bakal Jadi Pusat Wabah Covid-19 Selanjutnya"  

Banyak yang Tidak Tahu, Inilah 4 Staf Khusus Milenial Presiden yang Punya Perusahaan Sendiri

VIDEO - VIRAL Guru di Sumenep Ini Rela Datang Mengajar ke Rumah Siswa, Ini Alasannya

VIDEO - Peternak di Madiun Bangkrut Imbas Corona, Bagikan Ribuan Ayam Gratis

Tips Menyambut Ramadhan di Tengah Pandemi Corona, Dari Nyetok Bahan Makanan hingga Jaga Kebersihan

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved