Kamis, 7 Mei 2026

VIDEO - VIRAL Guru di Sumenep Ini Rela Datang Mengajar ke Rumah Siswa, Ini Alasannya

Seorang guru dari Sumenep, Jawa Timur rela datang mengajar ke rumah muridnya di tengah wabah Covid-19.

Tayang:

TRIBUNBATAM.id - Seorang guru dari Sumenep, Jawa Timur rela datang mengajar ke rumah muridnya di tengah wabah Covid-19.

Kebijakan belajar di rumah secara online untuk siswa PAUD hingga SMA di tengah pandemi Covid-19 tidak bisa dilakukan semua siswa di Indonesia.

Masih ada sejumlah siswa yang terkendala pembelajaran secara online karena keterbatasan alat atau kuota internet.

Kondisi ini membuat Avan Fathurrahman (39), guru dari Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, rela datang ke rumah muridnya untuk memberikan pembelajaran.

Avan merupakan seorang guru SDN Batuputih Laok 3, Desa Batuputih Laok, Kecamatan Batuputih.

Avan menuliskan bahwa dia berada di dalam posisi dilematis.

Ia tak bisa menuruti himbauan menteri pendidikan untuk belajar di rumah karena muridnya tak memiliki fasilitas untuk mengikuti pembelajaran secara online.

"Ternyata saya belum jadi guru yang baik. Sudah beberapa minggu saya berada dalam posisi yang dilematis. Bukan masalah rindu. Tapi tentang imbauan Mas Mentri, agar bekerja dari rumah. Ini jelas tidak bisa saya lakukan, karena murid saya tidak punya sarana untuk belajar dari rumah. Mereka tidak punya smartphone, juga tidak punya laptop. Jikapun misalnya punya, dana untuk beli kuota internet akan membebani wali murid."

Bahkan ada seorang wali murid yang mengatakan padanya akan mencari pinjaman uang untuk membeli smartphone supaya anaknya bisa belajar secara online.

Namun, Avan memberi pengertian kepada wali murid tersebut bahwa belajar tak harus lewat HP.

Bisa lewat buku paket yang dipinjamkan sekolah.

Ia juga menuliskan sedikit lega saat TVRI membuat program tayang belajar dari rumah.

Namun, sejumlah muridnya ternyata tidak memiliki TV sehingga tidak mengakses tayang itu.

Wali kelas 6 ini melakukan kunjungan tiga hari dalam seminggu ke rumah- rumah muridnya.

"Kunjungan tiga hari dalam seminggu, sekali kunjungan biasanya ada sembilan rumah siswa.

Dikutip dari TribunJateng.com, Avan ungkap mengunjungi siswa kelas 4 atau 5 yang juga dekat rumahnya dengan siswa kelas 6.

Yang saya kunjungi kadang juga kelas 4 atau 5, yang rumahnya agak dekat dengan siswa kelas 6," terang Avan yang dihubungi Tribunjateng.com, Kamis (16/4/2020).

Tak hanya mengajarkan teori dan memberikan latihan saja, Avan juga mengajarkan pengetahuan tentang virus Covid-19.

"Sedikit membahas covid 19 ini juga, biar tidak panik. Terpenting saya memberikan pemahaman cara pencegahannya. Termasuk bagaimana cuci tangan yang baik," lanjutnya.

Terkadang dirinya juga mendongeng ke murid-muridnya dengan menyisipkan nilai moral dan pembelajaran.

Jarak yang lumayan jauh dan waktu yang terbatas menjadi sedikit kendala Avan.

"Kendala yang pertama jarak karena lumayan jauh. Sekarang kebetulan juga masih sering hujan. Jalan licin dan becek. Kalau hujan ada rumah siswa yang tidak bisa ditempuh dengan sepeda. Jadi sepeda dititip dan dilanjt jalan kaki," lanjut Avan.

Ia juga membagikan sebuah foto saat dirinya harus jalan kaki untuk sampai ke rumah muridnya karena jalan yang becek.

"Kedua waktu, karena harus pindah-pindah. Ketiga adalah sarana, tentu tidak sama dengan saat di sekolah. Papan dan lain-lain tidak ada," tuturnya kepada Tribunjateng.com.

Namun hal itu tak menurutkan niat baiknya untuk terus menyebarkan ilmu.

Apalagi respons orang tua murid yang menyambutnya dengan baik.

Avan berharap ada perhatian dan bantuan dari pemerintah dengan memberikan sarana pembelajaran secara online berupa HP.(Tribunjateng.com)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved