TRIBUN WIKI
Virus Corona Pertama Pernah Ditemukan pada 1965, Inilah Sosok Penemunya
Virus corona penyebab Covid-19 ternyata pertama kali ditemukan pada tahun 1964 oleh seorang perempuan bernama June Almeida.
Pasangan dan putri kecil mereka pindah ke Toronto di Kanada dan menurut penulis medis George Winter, di Ontario Cancer Institute-lah Dr Almeida mengembangkan keterampilannya dengan mikroskop elektron.
Dia memelopori metode yang memvisualisasikan virus dengan lebih baik dengan menggunakan antibodi untuk menggabungkannya.
Bakatnya diakui di Inggris dan dia dibujuk kembali pada tahun 1964 untuk bekerja di Sekolah Medis Rumah Sakit St Thomas di London, rumah sakit yang sama yang merawat Perdana Menteri Boris Johnson ketika dia menderita Covid- 19 virus.
Sekembalinya, dia mulai bekerja sama dengan Dr David Tyrrell, yang menjalankan penelitian di unit flu biasa di Salisbury di Wiltshire.
Dr Tyrrell sebelumnya telah mempelajari sampel virus flu yang kemudian dikenal sebagai B814, berasal dari pencucian hidung seorang murid di sekolah asrama di Surrey pada tahun 1960.
Mereka menemukan bahwa mereka mampu menularkan gejala flu biasa ke sukarelawan tetapi mereka tidak dapat menumbuhkannya dalam kultur sel rutin.
Namun, penelitian sukarela menunjukkan pertumbuhannya dalam kultur organ dan Dr Tyrrell bertanya-tanya apakah itu dapat dilihat oleh mikroskop elektron.
Mereka mengirim sampel ke Juni Almeida yang melihat partikel virus dalam spesimen, yang dia deskripsikan sebagai virus influenza tetapi tidak persis sama.
Penelitian tentang coronavirus
Dia mengidentifikasi apa yang kemudian dikenal sebagai coronavirus manusia pertama.
Coronavirus adalah sekelompok virus yang memiliki penampilan halo atau mahkota (corona) ketika dilihat di bawah mikroskop.
Penemuan baru dari strain B814 ditulis dalam British Medical Journal pada tahun 1965 dan foto-foto pertama dari apa yang dilihatnya diterbitkan dalam Journal of General Virology dua tahun kemudian.
Virus ini diberi nama coronavirus karena memiliki mahkota atau lingkaran cahaya yang mengelilingnya.
Adapun tokoh yang menamainya adalah Dr Tyrrell, Dr Almeida dan Prof Tony Waterson, orang yang bertanggung jawab di St Thomas's.
Dr Almeida kemudian bekerja di Sekolah Kedokteran Pascasarjana di London, di mana ia dianugerahi gelar doktor.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/virus-corona-covid-19-upload-16-april-2020.jpg)