Senin, 8 Juni 2026

Keluar di Tengah Lockdown, 2 Wanita Mongolia di Malaysia Ditangkap Polisi Kemudian Diperkosa

Bak adegan di film thriller, keduanya kemudian dibawa ke hotel dan diperkosa aparat berpangkat inspektur tersebut.

Tayang:
Editor: Eko Setiawan

TRIBUNBATAM.id - Polisi di Malaysia memperkosa dua wanita asal mongolia yang keluar saat pemberlakuan Lockdown dinegara tersebut.

Mirisnya lagi, pemerkosaan tersebut dilakukan oleh oknum perwira polisi.

Memutuskan keluar dari penginapan saat lockdown, 2 wanita asal Mongolia ditangkap polisi.

Bak adegan di film thriller, keduanya kemudian dibawa ke hotel dan diperkosa aparat berpangkat inspektur tersebut.

Dipengaruhi Harga Dollar, Harga Daging Sapi di Batam Naik Jelang Ramadhan

Lahir di Tengah Pandemi, Bayi di India diberi Nama Sanitiser, Sebelumnya Juga Ada Corona dan Covid

PT Zona Cakrawala Bersama Alumni SMK 3 Tajungpinang Bagi Sembako ke Pedagang Pinggir Jalan

Kisah viral ini terjadi di Petaling Jaya, Malaysia.

Perwira polisi yang menyekap dan memerkosa korbannya tersebut berusia 30-an.

Ia ditangkap setelah kepolisian mendapatkan petunjuk dari intel dan rekaman kamera CCTV.

Dilansir Strait Times, dua wanita asing itu sedang berjalan kaki tatkala dihentikan di dekat barikade sebuah jalan, Jumat (10/4/2020) malam.

Mereka kemudian  dibawa ke sebuah hotel terdekat, tak jauh dari barikade tersebut.

Selama lebih dari 24 jam mereka disekap sebelum diselamatkan oleh petugas kepolisian.

Asisten Komisaris Kepolisian Distrik Petaling Jaya, Nik Ezanee Mohd Faisal, mengatakan mereka diberitahu tentang insiden itu pada Sabtu atau sehari setelahnya.

Kepolisian setempat kemudian menyelidiki kasus tersebut.

"Kami melakukan operasi yang dipimpin oleh wakil saya, Superintendant Ku Mashariman Ku Mahmood, karena kasus ini amat sensitif.

Kami perlu melakukan pengawasan karena prioritas utama kami adalah memastikan kedua wanita itu tidak dalam bahaya," katanya kepada wartawan.

Nik Ezanee mengatakan polisi melakukan dua penggerebekan di Petaling Jaya sekitar pukul 21.30 pada hari Sabtu.

Termasuk di sebuah hotel tempat dua wanita dari Mongolia tersebut disekap.

Masing-masing berusia 20 dan 33 tahun.

"Inspektur itu ditangkap di lokasi terpisah, tidak bersama-sama korban," katanya.

Ia menambahkan bahwa penyidik ​​harus meminta bantuan teman korban sebagai penerjemah.

Pasalnya, kedua wanita itu tidak dapat berbicara Bahasa Melayu maupun Inggris.

"Berdasarkan investigasi kami, kedua wanita itu bekerja di dunia malam.

Namun, (pekerjaan) itu tidak sedikit pun mengurangi status mereka sebagai korban.

Mereka ditahan secara paksa di hotel dan kami menyelamatkan mereka pada pukul 21.30 pada hari Sabtu sebelum membawa mereka ke rumah sakit untuk evaluasi medis," katanya.

Ia menambahkan kedua wanita tersebut tidak memiliki dokumen kependudukan yang valid.

Polisi akan mengajukan perintah perlindungan sementara untuk kedua korban.

Nik Ezanee melanjutkan, tim forensik polisi telah dikirim ke hotel untuk mencari bukti lebih lanjut.

"Saya sangat sedih dan kecewa atas kasus ini.

Polisi itu bertindak dalam kapasitasnya sendiri.

Kami akan memastikan ada tindakan tegas diambil dengan menggunakan semua undang-undang yang tersedia.

Kami yakin bahwa kami dapat segera menyelesaikan penyelidikan kami," tandasnya.

Nik Ezane menyebut hasil penyelidikan sementara mengungkapkan bahwa tersangka saat itu bekerja sendiri.

Perlu diketahui, Malaysia memperpanjang penguncian atau lockdown hingga 28 April 2020.

Sedianya, lockdown di Malaysia berakhir pada 14 April.

Keputusan perpanjangan lockdown tersebut disampaikan oleh Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin pada Jumat (10/4/2020).

"Mungkin perlu beberapa bulan sebelum kita dapat mengatakan bahwa kita bebas dari virus," kata Muhyiddin.

Muhyiddin mengatakan, perpanjangan tersebut untuk memberikan ruang bagi tenaga medis dalam upaya memerangi penyebaran Covid-19 dan mencegahnya muncul lagi.

Ia mengatakan, lockdown telah membantu mengurangi penyebaran pandemi, dan pertumbuhan kasus-kasus positif telah dikendalikan hingga tingkat 7 persen, di bawah patokan 10 persen yang ditetapkan oleh WHO.

"Jumlah kasus positif (harian) juga telah menurun. Jika tren ini berlanjut selama dua minggu ke depan, kita dapat mencegah penyebaran Covid-19. Tetapi kita tidak bisa menganggap enteng situasinya," jelas Muhyiddin.

Sebelumnya,  kebijakan lockdown di Malaysia berakhir pada 31 Maret kemudian diperpanjang kembali ke 14 April. (tribunjateng/non)

Artikel ini telah tayang di Tribunjateng.com dengan judul Keluar Saat Lockdown, 2 Wanita Mongolia Diperkosa Perwira Polisi

Sumber: Tribun Jateng
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved