Peneliti Dunia Berlomba Cari Penangkal Corona, Empat Obat Ini Sempat Primadona! Simak Ulasannya
Beberapa obat yang dipakai ke pasien terpaksa dihentikan karena memicu gejala medis baru
TRIBUNBATAM.id - Sejak World Health Organization (WHO) menyatakan Covid-19 sebagai pandemi global, institusi dan lembaga berlomba menemukan vaksin penyakit dari virus SARS-CoV-2 ini.
Selain menemukan obat yang spesifik menyembuhkan pasien Covid-19, para peneliti mencoba menguji kelayakan obat yang sudah ada dan beredar di pasaran.
Dihimpun dari berbagai sumber berikut adalah obat-obatan yang sempat diteliti mampu menangkal corona.
• Kanker Paru-paru, Kebiasaan Merokok Jadi Penyebab, Sebagaian Besar Penderitanya Justru Perokok Pasif
Namun beberapa obat yang dipakai ke pasien terpaksa dihentikan karena memicu gejala medis baru.
1. Avigan
Avigan atau Favipiravir adalah obat antivirus dari Jepang yang dikembangkan Fujifilm Toyama Chemical, dan diproduksi Zheijang Hisun Pharmaceutical.
Pada dasarnya Avigan dikembangkan untuk mengobati virus influenza. Avigan diakui sebagai pengobatan eksperimental untuk pasien Covid-19.
• Gugus Tugas Dukung Empat Wilayah Kepri PSBB, Gubernur Isdianto Ucap Syukur Dua Pasien Sembuh
Situs Live Science menyebutkan, Avigan secara khusus dibuat untuk mengobati virus RNA.
Virus SARS-CoV-2 yang menyebabkan Covid-19 memang memiliki materi genetik utama RNA.
Obat ini menghentikan replikasi virus dengan melumpuhkan enzim yang disebut RNA Polimerase.
Menurut jurnal Proceedings of Japan Academy, Ser.B, dan Physical and Biological Science, tanpa adanya enzim utuh, virus tidak dapat menggandakan materi genetik secara efisien dalam sel inang.
• Jelang Ramadan Harga Daging Ayam Stabil, Penjualan Justru Turun
Avigan menunjukkan hasil positif dalam uji klinis yang melibatkan 340 orang di Wuhan dan Shenzhen.
Empat hari usai diberikan obat tersebut para pasien Covid-19 dites kembali dan menunjukkan hasil negatif.
2. Klorokuin
Klorokuin fosfat (chloroquine phosphate) merupakan senyawa sintetis (kimiawi) yang memiliki struktur sama dengan quinine sulfate.
Quinine sulfate berasal dari ekstrak kulit batang pohon kina, yang selama ini menjadi obat bagi pasien malaria.
• Wali Kota Berhari-hari Ditidurkan, Kesehatan Syahrul Membaik, Ginjal dan Jantung Mulai Normal
Guru Besar Bidang Farmakologi dan Farmasi Klinik Universitas Padjadjaran (Unpad), Keri Lestari mengatakan kedua struktur tersebut (quinine sulfate dan chloroquine phosphate) memiliki manfaat sama dalam proses penyembuhan penyakit malaria.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/ilustrasi-obat.jpg)