Selasa, 21 April 2026

BATAM TERKINI

Warga Batam Mendapat Bantuan Sembako Selama Tujuh Bulan, Ini Penjelasan Amsakar

Pemko masih kekurangan 30 ribu paket dan berharap pihak swasta bisa membantunya dan dibagikan ke warga.

Editor: Sihat Manalu
TRIBUNBATAM.id/BERES LUMBANTOBING
Warga mendatangi kantor lurah Patam Lestari untuk menjemput sembako gratis bantuan Pemko Batam, Senin (20/4/2020). 

TRIBUNBATAM,id, BATAM - Banyak warga yang menilai sembako gratis kepada masyarakat yang terkena dampak Covid-19 senilai Rp 300 ribu setiap paketnya. Hal tersebut dibantah Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad.

"Tahap pertama nilai sembako per paket harganya sekitar Rp 98 sampai Rp 100 ribu. Yang jelas jangan ada persepsi seolah-olah ini angka Rp 300 ribu itu. Padahal bukan. Ada rupanya pemahaman yang keliru masuk di WA masuk di FB kok nilai barangnya seperti ini," ujar Amsakar, Selasa (21/4/2020).

Adapun perpaketnya terdiri dari 5 kilogram beras, 1 kilogram gula dan 2 liter minyak goreng. Sembako tahap awal ini disiapkan untuk sebanyak 192 ribu Kepala Keluarga (KK). Jadi bukan 260 ribu KK.

"Yang sekarang kita lakukan adalah yang awalnya bazar sembako murah orang yang mampu pun dimungkinkan kalau dia mau beli. Tapi membayar setengah harga. karena kondisi seperi bazar sembako murah ini kita gratiskan. Paket bazar sembako murahnya 192 ribu KK bukan 260 ribu KK seperti yang kami sampaikan di dinsos," paparnya.

Lantas bagaimana pendistribusian ini dipastikan tepat sasaran dan sesuai prosedur? Amsakar mengaku dirinya turun langsung ke beberapa kecamatan sejak awal pembagian sembako berlangsung. Tak sendirian, dirinya juga didampingi oleh tim lainnya.

Jelang Ramadhan, Harga Cabai Rawit di Anambas Tembus Rp 20 Ribu Per Ons

Daftar Pandemi Paling Mematikan dalam Sejarah, Termasuk HIV AIDS dan Flu Spanyol

Sambil Beri Imbauan Covid-19, Anggota Polsek KKP Bagikan Sembako di Pelabuhan Internasional Sekupang

"Saya turun di tiga kecataman. Yang mendistribusikan waktu itu baru dua kecamatan diantaranya Kecamatan Lubuk Baja, alhamdulliah terselenggara secara baik oleh tim," katanya.

Ia menegaskan perangkat RT RW Babinsa, Babinkamtibmas bergerak bersama-sama. Semuanya bermasker, jaga jarak, dan warga mengambil sembako itupun disiapkan titik-titik tertentu di kelurahan.

"Terus terang saya terharu dan bangga. Kalau kolektivitas terbangun semuanya lebih indah. Saya semalam juga pergi ke Sagulung, masuk kantor lurah, Sei Pelenggut sampai di kantor lurah seluruh RT RW jemput sembako ada yang pakai pikup dan mobil sampah dan membawa ke lingkungan RT dan RW-nya. Saya juga ke Tembesi namun saat itu mereka belum mendistribusikan. RT RW jemput di TOP 100 dilakukan oleh Disperindag," paparnya.

Amsakar menambahkan dirinya turun langsung ke bawah memastikan barang terdistribusi tepat sasaran dan memastikan protokol kesehatan berjalan tak ada yang berkerumun.

"Saya sampaikan ke camat-camat yang lain Lubukbaja, Sagulung dan Sekupang jadi referensi dalam pendistribusian sembako ini," cetusnya.

Sementara itu di tengah pandemi Covid-19, banyak organisasi, pengusaha, swasta ataupun relawan peduli turut membantu membagikan sembako kepada masyarakat Kota Batam. Pemerintah Kota (Pemko) Batam juga melakukan hal sama dan sudah mendata warga yang terdampak Covid-19.

Berdasarkan pendataan perangkat RT dan RW sebanyak 260 ribu KK yang terdampak, sementara Pemko Batam baru mampu menyediakan sebanyak 192 ribu KK ditahap pertama ini.

"Sebenarnya jumlah warga yang terdata ada 260 ribu KK. Sedangkan paket yang ada di Disperindag 192 paket. Jadi kami masih kekurangan 68 ribu," ujar Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad.

Sejauh ini pihaknya masih mencari bantuan dari pihak swasta yang ingin membantu, sehingga 260 ribu KK yang terdampak ini bisa mendapat bantuan sembako.

"Itulah sekarang pak wali dan saya menelepon siapa saja yang ingin menyumbang. Seperti pak Beny, Kadis, rekan Kadis dan lainnya kami ajak membantu. Inilah saatnya saudara-saudara membantu warga," katanya.

Upaya yang dilakukan tersebut membuahkan hasil. Setelah pihaknya inventarisir bantuan swasta sedemikian rupa, Pemko baru mendapat bantuan totalnya untuk pembagian sembako sebanyak 38 ribu KK.

"Kekurangannya 30 ribu paket lagi. Semoga dalam waktu seminggu ke depan sudah selesai," kata Amsakar.

Pembagian sembako bantuan dari pihak swasta nantinya dibagikan tidak bersamaan dengan paket sembako yang berasal dari anggaran Disperindag Kota Batam. Hal ini menghindari terjadinya tumpang tindih.

"Saya mau rapat koordinasi mau memastikan berapa yang sudah terkumpul. Sebaiknya pembagian tidak bersamaan dengan Disperindag ini. Nanti jadi tumpang tindih. Dengan situasional seperti ini segala keputusan memang cepat berubah. Mengambil keputusan itupun akan cepat diambil," katanya.

Dalam hal ini, ia juga mengajak pihak swasta untuk bekerjasama membantu pemerintah dalam pembagian sembako ini. Dan menyarankan agar tidak membagikan sendiri-sendiri. Sehingga bantuan yang diberikan tidak tumpang tindih.

"Sebenarnya menjadi harapan kami kalau bisa satu pintu alangkah lebih baik. Tetapi beberapa diantara rekan-rekan juga ingin melakukannya sendiri-sendiri. Sebenarnya kita tak bisa memaksa atau mengajak harus melalui kita juga," katanya.

Paling tidak, dalam hal ini Amsakar mengimbau kepada pihak swasta yang mampu membantu Pemko Batam dalam menutupi kekurangan tersebut. Sehingga penyerahan bantuan bisa lebih terkoordinir.

"Bersama-sama sepenanggungan membantu masyarakat. Kalau ingin berkontribusi lebih baik satu tangan mumpung pada saat yang sama kita sedang memobilisasi mencari 30 ribu paket sembako lagi," katanya.

Ia menambahkan masyarakat Kota Batam nantinya akan dibagikan sembako selama kurang lebih tujuh bulan. Diantaranya 2 bulan dari Pemko Batam, 2 bulan dari BP Batam, dan 2 bulan dari Gubernur. "Yang sekarang ini semacam bonus. Jadi nantinya ada 7 bulan," katanya. (rus)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved